Kembalikan Kerugian Negara Sebesar Rp203 Juta

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Kejaksaan Negeri (Kejari), Ogan Komering Ulu (OKU) membagikan bunga, stiker dan baju kaos anti korupsi di area Taman Kota Baturaja, Senin (10/12). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2018.

Pantauan dilapangan, kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang itu. Satu persatu kendaraan yang melintas diberi stiker, baju kaos dan bunga.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pihak kejari ini. Semoga saja aksi ini menimbulkan kesadaran untuk sama-sama mencegah, melawan dan tidak melakukan tindak pidana korupsi,” kata Ari seorang masyarakat.

Kajari OKU, Bayu Pramesti SH saat dibincangi wartawan mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini untuk melakukan pencegahan kemungkinan terjadi tindak pidana korupsi.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati HAKI. Kita bagikan bunga, stiker dan kaos untuk masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pihak kejari OKU dalam hal ini lebih nengedepankan pencegahan sebelum melakukan upaya penegakan. “Penegakan hukum sebagai upaya terakhir. Sebagai bentuk pencegahan kita melakukan pendampingan dan pembentukan tim pengawalan, pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D),” katanya.

Disamping itu ia menjelaskan, ditahun 2018 ini mencatat data penanganan perkara tindak pidana korupsi tahap penyidikan tentang adanya dugaan Penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa Pada APBDes di salah satu desa yang ada di wilayah Kecamatan Semidang Aji tahun anggaran 2016.

Disamping itu untuk Penyelamatan Kerugian Negara sebesar Rp 135 juta, dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan pakaian dinas Aparatur Pemerintah Desa pada BPMPD tahun anggaran 2015.

Selain itu juga ada pengembalian kerugian negara lebih kurang sebesar Rp 68 juta pada 22 Oktober 2018 dalam perkara tindak pidana korupsi penyalagunaan jabatan dan wewenang oleh Desa Raksa Jiwa untuk kegiatan Pembuatan Jalan Cor Beton yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2017. “Total jumlah pengembalian kerugian negara sekitar Rp 203 juta,” katanya. (ags)