Kembangkan Informasi Geospasial, Bupati OKU Tandatangani MoU Dengan BIG

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com)– Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Azis hadiri Penandatangan Kerjasama (MoU) dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) yang di pusatkan di Gedung Badan Informasi Geospasial Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (4/9).

“Hari ini ditandatangani MoU sebanyak 20 dokumen dan Perjanjian Kerja Sama sebanyak 26 dokumen. Yang terdiri dari 25 instansi, yaitu : 3 Provinsi, 2 Universitas, 1 KNKT, 17 Kabupaten, dan 2 Kota,”kata Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati, dalam press rilisnya.

Titiek juga menyampaikan bahwa September nanti dilakukan launching Geoportal Kebijakan Satu Peta (KSP). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Geoportal KSP yang mempublikasikan hasil Integrasi KSP.

Menurutnya, Geoportal ini akan dapat diakses oleh K/L/P di 34 Provinsi, sehingga produk Integrasi KSP dapat dimanfaatkan oleh K/L/P sebagai dasar dalam perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan berbasis spasial.

Bupati OKU H Kuryana Azis mengatakan, dengan adanya MoU dan kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pemerintah Kabupaten OKU diharapkan dapat menjadi acuan dalam hal kebijakan.

“Baik itu dalam hal pengelolaan sumber daya alam, penyusunan tata ruang, perencanaan lokasi investasi dan bisnis perekonomian, penentuan garis batas wilayah, pertahanan dan kepariwisataan,”kata Kuryana.

Lanjut Kuryana, adapun poin – poin kerjasama diantaranya, penyelenggaraan informasi geospasial, peningkatan kapasitas SDM dalam bidang informasi geospasial dan teknologi aplikasi. Pemanfaatan bersama sarana dan prasarana di bidang geospasial dan berbagi pakai data geospasial.

Sementara itu, Kepala BIG, Prof Dr Ir Hasanuddin Z Abidin MSc Eng menegaskan, Penandatanganan MoU dan PKS hari ini banyak sekali, memang legal aspek diperlukan namun yang paling penting adalah implementasinya ke depannya.

Dengan semakin tingginya animo K/L/P, Pemerintah Daerah, dan Swasta untuk melaksanakan kerja sama dengan BIG ini menunjukkan bahwa IG semakin dibutuhkan di masyarakat.

“Hal itu menunjukkan pemahaman para pemangku kepentingan di Indonesia terkait menfaat IG sudah semakin meningkat,”ujar Hasanudin. (ags)