Kepala DPTPH Sumsel Apresiasi Sosialisasi Implementasi Kartu Tani BRI

0
Kepala DPTPH Provinsi Sumsel R Bambang Pramono mengapresiasi sosialisasi implementasi Kartu Tani Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office Palembang, di Aula Bank BRI Regional Office Palembang Lantai 4, Kamis (21/7). Foto: Susilawati

PALEMBANG – Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Provinsi Sumsel R Bambang Pramono mengapresiasi sosialisasi implementasi Kartu Tani Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office Palembang.

Hal itu disampaikanya saat menghadiri kegiatan sosialisasi di Aula Bank BRI Regional Office Palembang Lantai 4, Kamis (21/7).

Turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut yakni Departemen Head SEI Evi Riyanti, Regional Banking Head Ivan Amiruddin, Pimpinan Cabang Kantor Cabang (Kanca KC) A Rivai Rio Nugroho, Pimpinan Cabang Kantor Cabang (Pimca KC) Kayu Agung Agus Doso Pramono, Pimpinan Cabang Kantor Cabang (Pimca KC) Sriwijaya Elizabet Prima Sari, BRIlink Departemen Head, Mikro Departemen Head, Perwakilan KPL PT Pupuk Sriwijaya, dan undangan lainnya.

“Rumusnya adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Petani yang terdaftar di simultan yang memiliki NIK. Ketika menginput Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) harus menggunakan Kartu Tani. Jadi Kartu Tani ini awal dari perbaikan kita dalam proses sistem penulisan pupuk subsidi. Untuk itu, kita sangat support Bank BRI yang sudah memfasilitasi pertemuan ini,” ujar Bambang.

Diketahui, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Bank BRI pada April 2022 untuk melakukan pembuatan dan sekaligus pelayanan Kartu Petani bagi penebusan subsidi.

Saat ini, luas areal pertanian di Sumsel capai 470.602 hektare, dengan jumlah petani yang terdaftar di simultan ada sekitar 789.509 KK atau 509 NIK.

Sedangkan ditahun ini yang melakukan input melalui RDKK baru 424.000 petani. “Target yang dicapai sekitar 789.000 petani memiliki Kartu Tanu. Inilah yang akan kita dorong di 17 kabupaten/kota untuk melakukan input RDDK,” terangnya.

Sementara itu, Departemen Head SEI Evi Riyanti menambahkan program Kartu Petani BRI dari Kementerian Pertanian ini mengalami perubahan dengan penambahan wilayah baru.Tercatat ada 5 provinsi yang dicover BRI. Salah satunya adalah Provinsi Sumsel.

“Jadi program Kartu Tani ini sangat bermanfaat. Dengan Kartu Tani ini, petani dipastikan telah mendapatkan alokasi. Cara penggunaan Kartu Tani itu sangat mudah karena jadi sebagai kartu tabungan pada umumnya,” paparnya.

Disamping petani bisa memanfaatkan Kartu Tani ini untuk transaksi pupuk subsidi, petani juga akan mendapatkan transaksi kebutuhan, penjualan dan lainnya.

Sebenarnya ini adalah tabungan yang mempunyai fungsi tambahan untuk program Kartu Tani. Jadi untuk Kartu Tani ini, petani harus bertransaksi, dan mendatangi langsung kios terdekat yang sudah ditunjuk. “Jadi masing-masing kelompok sudah ditentukan kiosnya dimana. Nanti itu akan kita pasang mesin EDC,” jelasnya.

Untuk Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Sumsel ada sekitar 600. Data itu didapatkan dari Pupuk Indonesia. Kedepan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusri dan lini sektor terkait data itu. Karena data tersebut sifatnya harus selalu dikoreksi setiap tahun, apakah ada penambahan atau tidak.

“Untuk tahap satu ini, kita sudah siapkan 150 mesin EDC yang bisa nanti dipasang kios yang sudah ditunjuk. Nanti bisa langsung untuk transaksi. Dimana selama ini petani harus setor tabungan jauh harus ke BRI. Begitu dia beli pupuk, bisa langsung setor tabungan disana,” tegasnya. (sus)