Kepala SMAN 1 OKU Berharap Natizen Jangan Umbar Foto Vulgar Korban

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Kecelakaan maut yang menyebabkan An (17), siswi SMA Negeri 1 OKU, Selasa (6/11) pagi, meninggalkan duka yang mendalam bagi para guru dan teman sekelas korban.

Pihak SMA Negeri 1 OKU merasa terpukul dan kehilangan atas meninggalnya An yang merupakan salah satu siswi berprestasi di sekolah unggulan tersebut.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya salah seorang siswi kami dalam peristiwa kecelakaan tadi pagi,” kata Kepala SMA Negeri 1 OKU, Anwar SPd saat dibincangi wartawan di ruang kerjanya.

Menurut Anwar, di sekolah An merupakan siswi yang berprestasi, terutama di bidang seni melukis. Bahkan korban pernah mewakili OKU dalam lomba melukis di tingkat provinsi dan juga pernah ikut dalam olimpiade geografi tingkat provinsi.

“Menurut teman-teman sekelas dan para guru, An ini anak yang baik, tidak banyak ulah dan penurut. Bahkan ia anak yang berprestasi, makanya kami keluarga SMA N 1 merasa sangat kehilangan,” ungkapnya.

Diceritakannya, mengetahui kabar kecelakaan siswinya itu dari pihak kepolisian yang menelepon ke pihak sekolah. Pada awalnya kata Anwar, merasa tidak percaya, baru setelah melihat banyak gambar yang di share oleh natizen di media sosial (medsos), ia yakin bahwa siswinya telah tiada. “Makanya saya pribadi langsung meminta kepada seluruh guru dan siswa menggelar yasinan untuk mendoakan almarhumah, semoga almarhumah khusnul khotimah. Amin,” katanya sedih.

Ia pun sempat menyayangkan kepada para pengguna medsos (natizen) yang memposting foto kecelakaan tersebut terlalu vulgar tanpa ada sensor.

“Tolong kita pikirkan keluarganya pasti merasa sangat terpukul jika melihat keadaan almarhum di medsos. Saya sempat meminta kepada beberapa pengguna medsos untuk bijak dan menghapus foto-foto tersebut,” imbuhnya.

Ditanya apakah dalam kesehariannya korban memang membawa kendaraan ke sekolah, Anwar mengatakan, pihak SMA 1 OKU tidak pernah mengizinkan siswa/siswi untuk membawa kendaraan ke sekolah, namun mereka membawa kendaraan di parkir diluar sekolah yakni di tempat parkir yang disediakan oleh warga sekitar sekolah.

“Kami tidak mengizinkan siswa membawa kendaraan apa lagi setiap waktu pihak kepolisian kerap datang ke sekolah dan memberikan himbauan untuk para siswa agar tidak membawa kendaraan,” tegasnya.

Seperti yang diberikatakan sebelumnya, An (17) warga Air Semambu Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kec. Baturaja Timur, mengalami kecelakaan di Jalan A Yani KM 5 Kelurahan Kemelak atau persisnya tak jauh dari SPBU Kemelak.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, saat itu korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra BG 4297 FY hendak pergi ke sekolah. Namun saat di jalan lurus, siswi SMA Negeri 1 OKU kelas XII IPA 2 itu hilang keseimbangan sehingga terjatuh dan terlempar dari motornya ke jalur berlainan arah.

Sialnya, di saat bersamaan dari arah berlawanan datang 1 (satu) unit mobil truk berisikan semen jenis Mitsubishi Colt Diesel No.Pol : BG-8885-IB yang dikemudikan Gunawan Sagita (47) warga Lrg. Syailendra RT 004 RW 001 Kel. 1 Ulu Kec. Seberang Ulu 1 Kota Palembang.

Tak hayal, bagian ban belakang sebelah kanan dari mobil tersebut tak sengaja melindas kepala An sehingga menyebabkan korban mengalami remuk pada bagian kepala dan meninggal dunia di TKP. (ags)