Koruptor CSR PT Pusri 2008 Akhirnya Diringkus

0
Abdu Reza Pahlevi

PALEMBANG – Pelarian dan persembunyian panjang selama 9 tahun dari jerat hukum nampaknya berakhir sudah, terpidana kasus tindak pidana korupsi CSR PT Pusri dengan kerugian negara Rp3,2 miliar di Palembang, Abdu Reza Pahlevi pelaksana CV Usaha Jaya Sejahtera akhirnya dibekuk tim Tangkap buronan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di tempat tinggalnya Jl Urip Sumoharjo No 83 RT011 RW003 Kel. 2 Ilir, Kota Palembang, Jumat (24/07) sekitar pukul 22.00 WIB.

Usai diamankan jajaran tim tangkap buronan Kejati Sumsel yang dikomandoi Kepala Seksi Intelijen E Wawan Setiawan bersama Kepala Seksi Intelijen C Chandra, terpidana langsung dibawa ke gedung Kejari Palembang untuk dijebloskan ke Rutan Tipikor Pakjo Palembang untuk menjalani hukuman yang telah mempunyai hukum tetap.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kejati Sumsel maupun Kejari Palembang terkait penangkapan ini, namun berdasarkan info yang dihimpun dari sumber terpercaya eksekusi ini dilakukan guna melaksanakan putusan Pengadilan Tinggi dengan Nomor : 09 /Tipikor/2011/PT. PLG tanggal 05 Desember 2011 dan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor : 07/L.6.1/Dti.2/05/2020 tanggal 01 Mei 2020.

“Kita melakukan eksekusi sesuai dengan perintah putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap,” ujar sumber terpercaya yang enggan namanya disebut.

Diketahui sebelumnya, terpidana ditetapkan menjadi buronan sejak 2011 yakni usai dijatuhi vonis oleh majelis hakim diketuai H Abdullah, Hakim Anggota Humuntal Pane, serta Chairuddin Idrus di Pengadilan Tinggi dengan pidana penjara 3,6 tahun dan denda Rp50.000.000.

Apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan serta membebankan kepada terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp219.717.000 dan jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda untuk menutupi uang pengganti, maka terdakwa dipidana penjara selama enam bulan serta menetapkan barang bukti uang Rp50.000.000 dirampas untuk negara.

Sedangkan di PN Tipikor Palembang terpidana dengan Jaksa Penuntut Umum saat itu Rachmawaty SH dari Kejari Palembang divonis majelis hakim diketuai Arnelia SH MH anggota Ahmad Yunus SH MH dan Bestman Simarmata SH MH dengan pidana penjara selama 1 tahun denda Rp50 juta subsider 1 bulan.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya terpidana bersama H Hatta Wazol yang sudah menjalani hukumannya selama 3 tahun, pada September 2008 dengan bulan Juni 2009, bertempat di kantor PT Pusri Jl. Mayor Zen Palembang, terdakwa telah melakukan korupsi yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara pasal 2 (1) Jo, Ps. 18 UU No.31 tahun 1999. diubah dengan UU No. 20 tahun 2001.

Perubahan UU No. 31/1999 Jo, PS. 55 (1) Ke-1 KUHP, namun dibuktikan oleh majelis hakim dengan pasal 3 (1) Jo, Ps. 18 UU No.31 tahun 1999. diubah dengan UU No. 20 tahun 2001. Perubahan UU No. 31/1999 Jo, PS. 55 (1) Ke-1 KUHP. (yns)