KPI Dukung Kampanye “Go Green” Optimalisasi Penggunaan Solar Cell

0

PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju mendukung wacana “Go Green” dengan memasang solar cell untuk menghemat penggunaan energi. Diketahui, PT KPI RU III Plaju sudah mulai menggunakan solar cell sejak 2017 silam.

Saat itu, solar cell On-Grid dengan kapasitas 9000 WP (Watt-Peak) mulai beroperasi di Gedung Perkantoran PT KPI RU III Plaju. solar cell tersebut merupakan bagian dari pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan, serta sebagai bentuk dukungan PT KPI RU III Plaju terhadap penggunaan green energy atau energi bersih dan ramah lingkungan di Pertamina.

Instalasi solar cell terbaru yang dipasang di lingkungan PT KPI RU III Plaju yakni berkapasitas 250.000 WP di Rumah Sakit Pertamina Plaju. Dengan penggunaan energi terbarukan yang memanfaatkan sinar matahari, panel surya ini juga menyumbang kontribusi dalam mengurangi emisi CO2 dan efek rumah kaca atau pemanasan global.

Untuk optimasinya dalam penyerapan energi matahari, solar cell ini menggunakan Solar Tracking System dan On-Grid yang mampu meningkatkan kinerja serta efisiensi solar cell sekitar 10%-30%.

Area Manager Comm, Rel & CSR RU III Siti Rachmi Indahsari mengatakan PT KPI RU III Plaju akan mendukung penggunaan energi baru terbarukan. “Pertamina sebagai perusahaan energi, tentu juga fokus mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan,” ujarnya.

Pemasangan solar cell juga telah dilakukan PT KPI RU III Plaju di kediaman warga, tepatnya di Lorong Mari, Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang. Disana, terpasang 10 solar cell dengan masing-masingnya berkapasitas 250 watt. Jika ditotal, kapasitas solar cell di Lorong Mari mencapai 2.500 watt.

Dengan pembangunan Solar Cell ini, PT KPI RU III Plaju berupaya mendukung tujuan ketujuh dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yakni menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua.

Tujuan SDGs yang dicapai yakni target 7.a, yakni pada tahun 2030, memperkuat kerjasama internasional untuk memfasilitasi akses pada teknologi dan riset energi bersih, termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, canggih, teknologi bahan bakar fosil lebih bersih, dan mempromosikan investasi di bidang infrastruktur energi dan teknologi energi bersih, katanya. (Sw)