Kurir 8 Kg Sabu Dituntut 20 Tahun Penjara

0

PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Murtadlo SH, menuntut Oktomi Yumzen terdakwa 8 kilogram sabu dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara.

Selain itu, JPU juga menjatuhkan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Hal itu terungkap dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, Rabu (04/03).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut pasal 114 (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar JPU Imam.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah SH, menunda jalannya persidangan pekan depan dengan agenda mendengarkan pembacaan pledoi atau pembelaan melalui penasehat hukumnya.

Perbuatan terdakwa bermula pada Jumat tanggal 4 Oktober 2019, dimana Frengki (DPO) datang ke rumah terdakwa disuruh Pay (DPO) untuk mengambil sabu di daerah Tangga Buntung Palembang untuk dibawa menuju daerah Mesuji OKI dengan upah sebesar Rp 30 juta.

Selanjutnya setelah sampai di Pasar Tangga Buntung, terdakwa turun dari motor dan masuk ke dalam warung sekitar pasar, tidak lama kemudian Adi (DPO) bersama Frengki datang.

Kemudian Frengki keluar dari lorong dengan membawa berupa 1 bungkus plastik warna hitam yang di dalamnya terdapat kardus yang berisikan 8 bungkus besar sabu dengan berat netto 8000 gram yang langsung dimasukkannya di dalam jok motor yang mereka kendarai tadi.

Selanjutnya terdakwa dan Frengki langsung berangkat menuju ke Mesuji OKI. Saat di perjalanan sekitar pukul 19.30 WIB tepatnya di daerah Kertapati terdakwa dan Frengki diberhentikan oleh pihak kepolisian yang berpakaian preman.

Tetapi saat itu terdakwa dan Frengki melawan dan tidak mau berhenti dari motor yang mereka kendarai lalu melarikan diri. Saat itu terjadi pengejaran oleh anggota kepolisian dengan terdakwa. Pengejaran masih dilakukan oleh anggota sampai ke daerah Terminal Karya Jaya.

Kemudian saat itu terdakwa dan Frengki turun dari motor lalu berlari kearah semak-semak daerah Terminal Karya Jaya, dikarenakan saat itu malam terdakwa tidak tahu harus melarikan diri kearah mana lalu terdakwa langsung diamankan oleh pihak Kepolisian, sedangkan Frengki tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang atau melarikan diri. (yns)