Kurir Pil Ekstasi Terancam Hukuman Mati

0

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Jaksa Penuntut Umum Amanda SH MH bakal menyiapkan berkas tuntutan dalam perkara kepemilikan 5.000 pil ekstasi dengan total berat keseluruhan 1845,29 gram yang menjerat terdakwa Iwan Saputro (25), warga Kelurahan Kebon Agung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Hal ini dilakukan usai mendengarkan keterangan para saksi dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A khusus Palembang, Selasa (26/3). Majelis Hakim yang diketuai Hotnar Simarmata SH MH, menunda sidang dan akan melanjutkannya kembali pada pekan depan dengan agenda sidang tuntutan.

Dalam perkara ini, sebagaimana dakwaannya JPU, Amanda SH MH menyebutkan penangkapan terdakwa bermula ketika pada 13 Januari 2019. Ketika itu terdakwa mendapat telepon dari tersangka lainnya (buron) untuk mengambil tas Ransel di dalam tong sampah dibelakang parkiran Hotel Fave, yang berisi satu bungkus besar Narkotika jenis ekstasi.

Setelahnya terdakwa diarahkan untuk mengantarkan narkotika jenis ekstasi tersebut ke Hotel Princcess kepada calon pembeli yang telah menunggu di lokasi.

Petugas dari Dit Narkoba Polda Sumsel yang mendapati informasi ini langsung bergerak menuju Hotel Princes dan memesan kamar tepat berdepanan dengan kamar terdakwa. Keesokan harinya petugas yang menyamar sebagai pembeli lantas mengetuk pintu kamar terdakwa dan dibuka oleh terdakwa.

Setelah petugas menunjukan cek senilai Rp520.000.000 sebagai uang pembayaran, terdakwa langsung menyerahkan tas ransel berwarna hitam coklat yang berisi satu bungkus besar Narkotika jenis ekstasi dan langsung ditangkap oleh petugas. “Terdakwa sudah dua kali melakukan transaksi jual beli narkotika dan upah yang terdakwa terima yaitu sebesar Rp10.000.000,” jelasnya.

Atas pebuatannya, terdakwa diancam pidana Pasal 114. Dimana pada ayat 2 dijelaskan saksi dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jualbeli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika melebihi berat lima gram, pelaku bisa dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun. (yns)