Kuryana-Johan Berharap Seluruh Parpol Mendukung

0
Dua kandidat kuat Cabup dan Cawabup OKU, H Kuryana Azis dan Johan Anuar saat menjawab pertanyaan wartawan perihal langkah politik keduanya yang kini bergabung lagi pada Pilkada OKU Desember 2020.

# Supaya masyarakat tidak terkotak-kotak

BATURAJA – Dua kandidat kuat Calon Bupati dan Wakil Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Anuar SH MM atau akrab disapa JA, akhirnya secara resmi menyatakan bergabung lagi pada pilkada OKU 9 Desember 2020.

Hal itu terungkap saat pasangan incumbent ini melakukan konferensi pers di Hotel BIL Baturaja, Jumat (26/06) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Dengan mengusung jargon Bekerja, Lanjutkan!!, Kuryana-JA berharap seluruh parpol yang ada di OKU agar merapatkan barisan untuk memenangkan keduanya pada Pilkada nanti.

“Kebetulan saya dan pak Johan ketua Partai Nasdem dan Golkar yang menempatkan 7 orang kader di DPRD OKU, kemudian kita juga sudah dapat surat mandat untuk dukungan dari PKS dan PPP. Kemudian malam ini saya lihat seluruh petinggi parpol alhamdulilah hadir, yang kemungkinan kita juga akan mendapat dukungan dari parpol-parpol yang hadir,” kata Kuryana.

Kuryana dan JA juga akan melakukan koordinasi guna melakukan pembentukan tim pemenangannya, namun dilihat dari komposisi siapa saja yang hadir saat konferensi pers, sudah bisa dipastikan Supriyadi Yazid yang tak lain adalah besan Kuryana kembali akan menjadi ketua tim pemenangan.

Kuryana mengaku, awalnya sama sekali tidak ada niat ingin mencalonkan diri lagi menjadi Bupati OKU. Namun karena banyaknya desakan masyarakat, tokoh agama, elite parpol dan ASN yang ingin agar ia kembali memimpin OKU lagi, akhirnya Kuryana kembali maju lagi di Pilkada nanti.

“Itupun setelah saya direstui oleh keluarga dan melakukan survey dulu sebanyak tiga kali. Dimana hasilnya posisi saya selalu teratas. Artinya, masyarakat masih banyak menginginkan saya memimpin OKU lagi,” katanya.

Sementara JA mengatakan pandemi Covid-19 membawa berkah baginya dalam karir politiknya. Awalnya JA sudah pesimis untuk ikut serta dalam perhelatan politik 5 tahun sekali ini. Mengingat saat itu dirinya harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Saat dirinya sudah pasrah, ternyata Tuhan berkata lain. Seolah menjadi petunjuk bagi JA untuk melanjutkan karirnya, Pilkada OKU yang seharusnya bergulir September ini, ternyata diundur Desember 2020. “Kalau tidak ada corona pasti saya sudah tidak bisa mendaftar dan ketinggalan gerbong kereta,” selorohnya.

Menurut JA, sebenarnya ia pernah mengatakan jika akan maju menjadi orang nomor satu di OKU, terbukti dengan dirinya mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati ke beberapa Parpol. Namun hal tersebut hanya taktik untuk melihat siapa saja yang akan ikut serta dalam pilkada OKU.

“Ternyata banyak yang ikut, tapi saat isu sudah menyebar kami berdua kembali berpasangan, alhamdulilah hilang semua yang kemarin. Mudah-mudahan hanya kami berdua kontestannya agar masyarakat OKU tidak terpecah belah,” kata Johan.

Terakhir Johan meminta izin kepada masyarakat OKU untuk kembali membantu Kuryana Azis melanjutkan program-program pembangunan yang belum dikerjakan akibat covid-19. “Mari sama-sama kita bahu membahu untuk melanjutkan pembangunan di OKU,” tutup Johan. (kie)