Kuryana : Tak Ada Warga OKU Terinfeksi Virus Corona

0

BATURAJA – Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis menegaskan bahwa isu tiga warga di wilayahnya positif terjangkit virus corona adalah berita hoax (bohong).

“Hingga saat ini OKU masih aman dari Virus Corona,” kata Kuryana didampingi Kepala Dinkes OKU, H Husni Thamrin, Senin (16/03).

Ditegaskan Bupati, pemberitaan soal adanya warga OKU yang terkena Virus Corona merupakan berita bohong. “Hati-hati dengan berita bohong karena bisa dikenakan Undang-undang ITE,” tegas Bupati.

Bupati yang juga didampingi Kabag TU RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, Hadi Sukamto menjelaskan, pihaknya harus meluruskan informasi yang keliru yang sudah terlanjur beredar di masyarakat.

Menurut Hadi, pada 10 Maret 2020, datang satu pasien dari Kecamatan Semidangaji dengan kondisi sesak napas. Kemudian terjadi penurunan kesadaran dan pasien itu meninggal dunia pada Sabtu (14/03).

Kemudian pada 14 Maret 2020 terkait dengan pasien datang berkunjung ke IGD RSUD, menurut dokter penanggungjawab menyatakan pasien terjadi penurunan imunitas akibat penyakit lain bukan karena suspect Covid-19.

Karena si pasien dari berkunjung ke Batam maka memang disarankan bila ada keluhan lebih lanjut dianjurkan konsul ke RSMH Hoesin Palembang.

Namun memang tidak ada keluhan atau tanda-tanda mengarah demam tinggi, batuk dan sesak napas. Karena tidak ada gejala ke corona akhirnya dua pasien ini pulang kerumah masing-masing. ”Tidak ada pasien suspect Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja,” tegas Hadi.

Hadi menjelaskan, isu yang beredar di sosial media (sosmed) tentang tiga warga OKU positif virus corona itu berita hoax alias berita bohong.

Dikesempatan itu Kuryana mengimbau agar pengguna medsos lebih bijaksana dalam bermedsos sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Sebab saat ini sudah banyak berita-berita hoax yang membuat masyarakat panik padahal belum tentu benar. “Untuk itu masyarakat diimbau tidak serta merta ikut-ikutan menyebar berita yang belum diketahui keakuratnnya,” tegasnya.

Selaku kepala daerah, kata Bupati, dirinya bertanggungjawab terhadap wilayah OKU termasuk mengawasi masyarakat OKU.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informasi Bupati mengimbau untuk ikut memantau lalu lintas informasi di media sosial. “Kasihan dengan masyarakat. Kalau begini terus masyarakat akan resah oleh berita-berita hoax tersebut,” tandas dia. (kie)