Home / Ragam Peristiwa / Lima Siswi SMK Menjadi Korban Hipnotis

Lima Siswi SMK Menjadi Korban Hipnotis

Hits: 141

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) – Pelaku kejahatan terus terjadi, dengan berbagai macam modus menggunakan, Al quran stambul di metropolis kembali makan korban. Kali ini, lima siswi SMK Bakti Persada Jl Ahmad Yani bawah Jembatan Fly Over Jakabaring harus merelakan barang-barang berharga milik mereka jatuh ke tangan pelaku.

Akibat kejadian ini ditaksir korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah dan para korban melapor ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (23/5).

Kelima siswi ini masing-masing Nisa Venesa (16) yang kehilangan satu suku perhiasan kalung emas dan cincin emas satu gram dan satu unit HP Oppo, Meliana (16) kehilangan HP Vivo dan satu unit sepeda motor Honda Beat.

Kemudian, Nyayu Melani (16) satu unit HP Advance S5, Dwi Iswahyudi (15) kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty, HP Xiomi 4A dan Wiwin Oktaviani (16) kehilangan HP Samsung J7.

Menurut Nisa, kejadian bermula usai mereka mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan tidak langsung pulang ke sekolah melainkan jalan-jalan ke Danau OPI Jakabaring.

Lagi bersantai disana tiba-tiba mereka didatangi seorang laki-laki berumur sekitar 30 tahunan bertanya apakah di daerah tersebut ada pesantren dan dijawab salah seorang siswi tidak ada.

Belum usai berbicara, datang lagi seorang laki-laki berbadan tegap dan mengaku sebagai anggota polisi ikut nimbrung bertanya apa tujuan laki-laki yang pertama tersebut mencari pesantren.

“Sepertinya mereka terlihat sudah begitu akrab hingga akhirnya pria yang duluan datang tadi mengeluarkan sebuah benda dari dalam kantong celana dan berbicara pelan kepada pria yang satunya,” katanya.

Lalu, si pria tersebut mengaku dirinya datang dari Yogya dengan tujuan ke Padang namun di Palembang kakeknya sakit dan kini tengah dirawat di RSUD Bari dan meminta kepada pria yang mengaku-ngaku polisi itu meminjaminya uang untuk biaya pengobatan kakeknya.

Kemudian, entah bagaimana hingga akhirnya si pria yang pertama menyebut barang yang ada di tangannya ini jika dijual bisa laku sekitar Rp100 juta namun dia cuma butuh Rp35 juta saja buat biaya perawatan kakeknya.

Si pria yang mengaku polisi itupun menyanggupi buat membayar barang tersebut tapi ditolak dengan dalih sudah lebih dulu bertemu kelima siswi yang dijanjikan bakal menerina uang Rp15 juta.

“Entah bagaimana akhirnya kami menyerahkan motor, HP dan perhiasan emas. Dan dua orang kawan kami Dwi dan Meli ikut mereka buat ngambil uang di RSUD Bari, tapi justru mereka meninggalkan kedua teman kami disana dan kami tersadar telah ditipu saat mendengarkan suara azan,” ungkap Nisa dengan nada bicara menahan tangis.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan telah menerima laporannya. “Laporan korban sudah diterima dan telah ditindaklanjuti petugas piket unit pidum Satreskrim Polresta Palembang,” singkatnya. (pan/PN)

About M Taupan

Baca Juga

Kebakaran Rumah Warga Jua-jua Berhasil Dipadamkan

Hits: 787 KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com) – Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten OKI bersama warga Kelurahan Jua-jua berhasil …