Mantan Kepsek SD Negeri 79 Dituntut 5 Tahun Penjara

0

PALEMBANG – Hendy Tanjung SH MH, selaku Jaksa Penuntut  Umum (JPU) Kejari Palembang menuntut terdakwa Mantan Kepsek SD Negeri 79 Palembang, Nurmala Dewi dengan pidana penjara selama 5 tahun saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Rabu (15/12).

Terdakwa dituntut lima tahun penjara karena diduga terlibat korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah yang pernah dipimpinnya tersebut.

Dalam tuntutannya, JPU juga menjelaskan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya dinilai tidak mendukung program pemerintahan dalam pemberantasan tidak pidana korupsi.

Selain itu kata JPU, sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), terdakwa juga tidak memberikan suri tauladan yang baik untuk masyarakat. “Kemudian yang memberatkan lainnya terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan tidak ada itikat baik untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp475.533.000,” sesal JPU.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Atas perbuatannya terdakwa Nurmala Dewi terbukti secara sah melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18  Undang-undang republik Indonesia, No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.  “Menimbang hal itu kita menuntut terdakwa Nurmala Dewi dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan,” terang JPU.

Lalu wajib mengembalikan uang penganti sebesar Rp475.533.000 dan dengan Ketentuan apabilah terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Usai mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh JPU, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan agenda pledoi (pembelaan) terdakwa.

Untuk diketahui, terdakwa Nurmala Dewi diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana Bos SD N 79 Palembang tahun anggaran 2019 yang menyebabkan kerugian negara sebesar  Rp475.533.000. (yns)