Membunuh 2 Orang Sekaligus, Reza Langsung Ditangkap Tim Buser Polsek Sukarami

0
Kapolsekta Sukarami Kompol Dwi Satya Arian, saat menggelar press rilis terkait kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka Reza Febriansyah, Senin (30/5). Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Usai melakukan pembunuhan terhadap dua orang sekaligus pada Kamis (26/5), tersangka Reza Febriansyah alias Eja (20), warga Jalan Belakang SMA Negeri 13 Palembang, Kecamatan Sukarami, langsung berhasil ditangkap Unit Buser Polsek Sukarami.

Kedua korban keganasan pelaku yakni Rendi Saputra (18) dan Mario (17), keduanya warga Jalan Sungai Rumbi, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL) Palembang yang tewas setelah mengalami luka tusuk.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib, didampingi Kapolsekta Sukarami Kompol Dwi Satya Arian mengatakan, bahwa tersangka ditangkap saat sembunyi di rumah sepupunya di KM14 Palembang kurang dari 24 jam usai menghabisi nyawa kedua korban.

“Dari pengakuan tersangka bahwa ia nekat menghabisi nyawa kedua korban lantaran tidak terima adiknya dianiaya korban, hingga tersangka mendatangi kedua korban dan terjadilah pembunuhan tersebut,” ujar Kapolsek, Senin (30/5).

Ditemui di Polsek Sukarami tersangka Reza mengatakan bahwa ia tidak terima lantaran adiknya dikeroyok pelaku hingga mengalami luka pada bagian bibirnya.

“Saya menemui kedua pelaku di TKP, awalnya saya bertanya kenapa mereka menganiaya adik saya hingga kami cekcok mulut,” ujarnya.

Namun karena korban Rendi mengeluarkan sajam jenis pisau saat ditanya, secara spontan pelaku langsung merebut senjata tajam itu.

“Saya kibas-kibas pisau itu hingga mengenai korban Rendi di bagian punggung, kemudian korban Mario mendekat lalu saya tusuk bagian bawah telinga satu kali, serta belikat sebelah kiri dan kanan,” jelasnya.

Melihat korban terluka lantas terangka Reza melarikan diri. Atas ulahnya tersangka dikenakan pasal 338 atau 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Sementara Kapolsek Sukarami, Kompol Dwi Satya Arian mengatakan, kejadian pembunuhan tersebut bermula karena pelaku mempunyai dendam dengan korban.

“Menurut keterangan pelaku kepada anggota kita bahwa korban bersama kelompoknya melakukan penganiayaan terhadap adiknya, Aidil,” ujarnya.

Kemudian pelaku mengajak teman-temannya untuk menemui kelompok korban, saat sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadi cekcok antara pelaku dengan korban Rendi.

Pada saat korban Rendi ingin mencabut senjata tajam (sajam) jenis pisau dari pinggangnya, pelaku juga langsung menahan tangan korban Rendi dan terjadi tarik menarik lalu pelaku berhasil mengambil pisau dari korban.

Melihat pisau tersebut ditangan pelaku lantas Rendi melarikan diri, namun tiba-tiba dari belakang pelaku langsung menusuk punggung korban satu kali.

Kemudian korban Mario berusaha menolong Rendi namun pelaku juga menyerang korban Mario dengan cara menusuk bagian bawah ketiak kiri dan atas pinggang sebelah kanan. “Pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor dan membuang pisau tidak jauh dari sekitar TKP,” katanya.

Setelah itu kedua korban dibawa warga ke rumah sakit dan kemudian keduanya meninggal dunia. “Menurut informasi yang kita dapatkan bahwa Mario sempat mendapatkan perawatan namun tidak tertolong sehingga meninggal dunia, sedangkan korban Rendi meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” tutupnya. (yns)