Home / Sumsel / Banyuasin / Mentan Gunakan Tiga Helly Pantau Panen di Upang

Mentan Gunakan Tiga Helly Pantau Panen di Upang

BANYUASIN (fokus-sumsel.com) — Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP menggunakan 3 buah helikopter meninjau langsung panen padi seluas 500 hektare di Desa Upang Marga Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin Senin (29/1).

Mentan mantau panen dengan didampingi Dirut Bulog, Ketua MPR RI, Pangdam, Panglima serta sejumlah anggota DPR RI, Sekda Sumsel, Bupati Banyuasin Ir SA Supriono, Kadis Pertanian Banyuasin Babul Ibrahim.

Amran Sulaiman dihadapan para petani mengatakan, saat ini Kabupaten Banyuasin sedang panen raya padi, terutama sawah pasang surut yang jumlahnya sangat besar.

“Hari ini kita panen padi di Desa Upang Marga seluas 500 Hektar dengan potensi hasil 6-7 ton per Hektarnya,” ujar Mentan.

Dengan panen raya di Banyuasin ini, besar harapan tidak akan impor beras. Rombongan menteri menyempatkan keliling di persawahan sekitar 2 jam, dan rombongan kemudian bertolak ke Palembang.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Banyuasin Ir Babul Ibrahim menambahkan, Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja meninjau langsung panen padi di Desa Upang Marga.

Agendanya setelah dari Upang Marga, menteri meninjau dari helly dan tidak ada acara resmi. Begitu Mentan turun langsung disambut petani yang sedang di pematang sawah.

Menurut Babul Ibrahim, saat ini Panen padi di Kabupaten Banyuasin baru 25 Ribu Hektare.
Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin melakukan pengawalan dengan cara berkoordinasi bersama Bulog agar menyerap gabah petani Banyuasin yang sedang panen perdana 2018.

Terpisah Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banyuasin Erawan SP mengatakan, akhir Januari ini Banyuasin terus panen padi seluas 25 ribu hektare

“Harga padi kering sawah saat ini masih sangat tinggi yakni antara Rp 5000 / Kg sampai Rp 5500/ Kg dan Dinas pertanian ikut mengucapkan selamat kepada para petani yang saat ini panen di beberapa wilayah,” ujar Erawan.

Baca Juga :   FKUB Banyuasin Gelar Doa Bersama untuk Pilkada dan Asian Games

Erawan mengatakan, pada Januari minggu ke empat ditargetkan panen padi sudah mencapai 25.000 hektare. Target ini tercapai, seiring panen yang merata di wilayah perairan.

Diprediksi panen dari Januari-Maret diperkirakan akan panen raya seluas 120 hektar hingga130 ribu hektare. Tugas selanjutnya adalah Kerjaan bulog untuk menjaga stabilitas harga beras atau gabah.

Adapun panen raya yang sedang berlangsung saat ini di seluruh pasang surut yakni 14 Kecamatan daerah pasang surut, Kecuali daerah daratan yang memiliki potensi sawah Lebak seperti Kecamatan Rambutan, Rantau Bayur Banyuasin I dan Banyuasin III serta Kecamatan Air Kumbang.

Untuk menaggulangi turunnya harga gabah ditingkat petani, tim antisipasi Serap Gabah (Sergap) gabungan TNI, Kementerian dan Bulog sedang di bentuk.

“Fungsi Sergap dibentuk untuk mengantisipasi turunnya harga gabah tingkat petani di Banyuasin yang saat ini sedang panen raya, fungsi sergap hanya pada saat panen raya setelah itu selesai,” kata Erawan.

Dikatakan Erawan, harga pasar gabah saat ini masih diatas harga eceran tetap atau Harga Pembelian Pemerintah Rp 3700/ Kg. Dimana harga gabah kering sawah mencapai Rp 5000/ Kg.

Menurut Erawan, rata-rata beras Banyuasin dibeli oleh pedagang dari Lampung, karena meraka mungkin ada industri hilirnya dimana beras dikemas menjadi sebuah hak paten lalu dijual di toko dan pasar dalam kemasan.

“Kita Banyuasin belum memiliki industri hilir beras seperti di Lampung, penyebabnya mungkin masalah infrastruktur jalan dan investor yang harus digiring ke Banyuasin,” ujar Erawan. (den)

About fokusmediaku

Baca Juga

Bupati Banyuasin Paparkan Visi Misi Dihadapan DPRD

PANGKALAN BALAI (fokus-sumsel.com) – Usai dilantik dan diucapkan sumpahnya oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Alex …