Mucikari Online Divonis 3 Tahun Penjara

0

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Majelis hakim yang diketuai Hotnar Simarmata SH MH menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun terhadap terdakwa Muhammad Syarif Irdiansyah bin Rusnadi (28), Senin (18/3). Sidang vonis itu sendiri digelar sekitar pukul 15.00 Wib di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Palembang.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Purnama Sofyan SH MH yang menuntut terdakwa selama 3 tahun 6 bulan penjara. Usai menjatuhi hukuman kepada terdakwa, Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan Kuasa Hukumnya untuk berunding terkait putusan tersebut.

“Silahkan konsultasi dengan kuasa hukum saudara, apakah menerima, banding atau pikir-pikir,” ujar Hakim menyarankan pada terdakwa.

Terdakwa sendiri setelah berkonsultasi singkat dengan Kuasa Hukumnya A Rizal SH, akhirnya menerima putusan yang dijatuhi oleh Majelis Hakim.

Sebagaimana diketahui terdakwa divonis 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim karena terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana pasal 12 Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Atau dengan kata lain terdakwa terlibat sebagai penyedia jasa prostitusi secara online.

Terdakwa yang merupakan warga Komplek Pusri Sako ini pada sidang sebelumnya, Kamis (14/3) dituntut hukuman 3 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena terbukti melakukan tindak pidana pasal 12 Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Terdakwa sendiri diamankan oleh anggota Satreskrim Polresta Palembang pada 17 Oktober 2018 sekitar pukul 23.45 Wib di pelataran Parkir hotel Grand Zuri Palembang.

Dalam dakwaannya, JPU M Purnama Sofyan SH MH menyebutkan penangkapan terhadap terdakwa bermula ketika adanya postingan yang dilakukan terdakwa di jejaring Facebook yang menyatakan bisa menyediakan wanita penghibur seharga Rp2 juta semalam.

Menindaklajuti postingan ini, anggota Reskrim Polresta Palembang yang melakukan penyamaran kemudian mengirim pesan melalui inbok dan berpura-pura ingin memesan, hingga terjadilah kesepakatan seharga Rp2,5 juta.

Sesuai kesepakatan, petugas yang menyamar dan terdakwa beserta saksi korban (wanita yang dijanjikan-red) akhirnya bertemu di pelataran parkir Hotel Grand Zuri Palembang. Petugas kemudian menyerahkan uang Rp1 juta kepada terdakwa, sedangkan sisanya Rp1 juta akan diserahkan kepada saksi korban dan Rp500 ribunya untuk membayar hotel.

Setelah mengambil uang dan hendak meninggalkan tempat tersebut, terdakwa langsung diamankan oleh petugas Satreskrim lainnya yang juga melakukan penyamaran. (yns)