Nekat Cabuli ABG, Patdemi Kini Meringkuk di Penjara

0

BATURAJA – Pelaku tindak pidana mencabuli dan menyetubuhi anak di bawah umur, Patdemi bin Mirzah (20) warga Dusun V Batang Hari, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, kini harus merasakan dinginnya dinding penjara di Mapolres setempat.

Pasalnya, gara-gara ulah bejatnya menyetubuhi LA (16) warga Lorong Imam, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Patdemi pada Jumat (28/02) lalu, pelaku langsung diciduk polisi.

Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga, S.I.K, M.H kepada para wartawan mengatakan, pelaku berhasil ditangkap setelah pihaknya mendapat info kalau Patdemi sedang berada di kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Baturaja Timur dikarenakan ada panggilan di sana.

Kemudian tanpa buang waktu kata Kapolres, personil Polres OKU datang ke Polsek Baturaja Timur dan membekuk pelaku dan selanjutnya pelaku diamankan di Polres OKU. “Pelaku ditangkap berdasarkan laporan No.LP – B / 22/ II /2020 / SPK OKU tertanggal 11 Februari 2020,” ungkap Kapolres, Rabu (04/03).

Dikatakan Kapolres, ulah bejat pelaku sendiri terungkap setelah ibu korban, Rilayanti binti Kasman (39) melapor ke SPKT Mapolres OKU.

Menurut pelapor, kasus pencabulan ini terjadi pada Ahad, 05 Januari 2020 sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu pelaku datang ke rumah pelapor untuk menjemput korban. Kemudian pelaku membawa anak pelapor berinisial LA ke kosannya di Lorong Iman III Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur dengan alasan ingin makan tekwan.

Setelah tiba ditempat TKP, pelaku menyuruh korban masuk ke dalam kamarnya. Melihat gelagat pelaku tidak baik, korban mencoba menolak ajakan itu.

Mendengar penolakan itu pelaku pun naik pitam dan menarik paksa tubuh korban. Lalu Patdemi langsung mengunci pintu kamar kosannya.

Merasa diatas angin, pelaku dengan sigap langsung menindih tubuh korban dan mencumbuinya sambil melepaskan seluruh pakaian LA.

Setelah korban bugil, pelaku langsung menyetubuhi korban selama lebih dari dua menit. Setelah puas, pelaku langsung mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Pasca peristiwa itu ungkap Rilayanti, anaknya tersebut langsung berubah sikap menjadi murung. Karena curiga pelapor akhirnya menanyakan apa gerangan yang terjadi dengan buah hatinya tersebut.

Setelah mendengar penjelasan dari korban bahwa ia telah disetubuhi secara paksa oleh pelaku, pelapor pun langsung naik pitam dan bergegas melaporkan ulah bejat Patdemi ke kantor polisi.

“Pelaku dapat dikenakan Pasal 81 dan Pasal 82 UU No.35 Tahun 2014 atas perubahan UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” tandas Kapolres. (kie)