Nikmat, Kopi Liberika Banyuasin Bisa Masuk Pasar Dunia

0

BANYUASIN – Komoditas Kopi Gambut Liberika siap dikembangkan dengan support pihak Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Karena Kopi Gambut potensi besar menjadi salah satu komoditas unggulan khususnya di Banyuasin dan Provinsi Sumatera Selatan.

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Eko Agus Sugianto mengungkapkan, komoditas kopi yang ada di Indonesia selain kopi arabika dan robusta ada juga jenis kopi liberika yang berasal dari negara Liberia yang masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

Kopi liberika merupakan jenis kopi yang bisa dibudidayakan di dataran rendah, yakni pada kisaran 400-600 meter dari permukaan laut serta tetap tumbuh pada ketinggian tanah 1200 meter di atas permukaan laut.

Saat ini, Kopi Liberika telah tumbuh dan berkembang di wilayah lahan Gambut yang ada di Kecamatan Muara Padang, serta Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin.

”Karena lahan di Banyuasin ini secara geografisnya cocok untuk tumbuhnya Kopi Liberika. Potensinya luar biasa dan bisa jadi produk unggulan Banyuasin dan Sumsel,” ungkap Eko yang juga menjabat sebagai Sekertaris Tim Restorasi Gambut (TRG) Provinsi Sumsel, beberapa waktu lalu di Rumah makan Gemercik, Kota Palembang.

Diterangkannya, bentuk fisik kopi liberika lebih besar dan panjang dengan kekentalan body yang lebih kuat aroma tajam menyerupai nangka jenis kopi ini lebih sering disebut dengan istilah kopi nongko.

”Banyak bahan produk yang dihasilkan dari lahan Gambut termasuk kopi Liberika. Jadi perlu adanya trobosan yang mesti dilakukan secara bersama agar kopi ini juga dapat tembus ke pasar nasional bahkan dunia, ” harapnya.

Oleh karena itu, Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru juga meminta agar komuditas kopi menjadi sektor unggulan yang di Provinsi Sumsel dan dapat dikembangkan dalam pembudiyaannya serta didukung langsung oleh pemerintah daerah yang ada di tingkat kabupaten.

“Di Sumsel baru Banyuasin yang ada kopi Liberika dan kita akan kembangkan dari segala lini sektor. Ini juga salah satu pembinaan yang dilakukan pihak BRG-RI,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut RI (BRG-RI), Myrna A Safitri menyampaikan, dalam melakukan restorasi dan pembinaan Desa Peduli Gambut, Bupati Banyuasin H Askolani menyambut baik serta support dalam pembinaan yang dilakukan oleh pihak BRG-RI.

”Pak Bupati juga telah menyepakati pembentukan kawasaan pedesaan peduli gambut dan kita juga telah melakukan pembinaan, seperti pengembagan komoditas perikanan tambak ikan dan lainnya, ” ucapnya.

Sedangkan untuk komoditas Kopi Liberika, saat ini sudah tumbuh dan berkembang dan telah menjadi usulan akan pengembangan agar potensinya menjadi lebih besar untuk dapat menjadi komuditas unggulan. “Pastinya akan kita bahas lebih detail lagi bersama pihak Pemkab Banyuasin,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Banyuasin, H Askolani, mengatakan, suatu hal yang baik dalam pengembangan kawasan gambut kawasan yang produktif untuk menjadi lahan yang subur bagi pertanian.

Oleh karena itu, Pemkab Banyuasin akan terus berupaya dan secara terkordinasi melakukan terobosan yang jitu untuk dapat menjadikan Banyuasin sebagai kawasan pertanian yang subur sebagai unggulan di Provinsi Sumatera Selatan.

“Se-Indonesia beberapa desa di Banyuasin Alhamdulillah ditunjuk pemerintah pusat sabagai desa yang patut dicontoh sebagai Desa Peduli Gambut,” singkatnya. (sub)