Nila Mengaku Tak Ada Niat Membunuh Fredy

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Nila Saputra (27) warga Jalan Gotong Royong Lintas Sumatera Kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur OKU pelaku penikaman terhadap Fredy Setiawan (25) warga Jalan Pangeran Hajib I Baturaja Timur, yang diduga merupakan pria selingkuhan dari istrinya mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.

Dihadapan Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasatreskrim, AKP Alex Andrian, saat jumpa pers di halamam Mapolres OKU, Jum’at (17/5), pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini mengaku tidak ada niat untuk menghabisi nyawa korban.

Hal tersebut menurutnya terjadi secara spontanitas karena dirinya terbakar api cemburu setelah melihat istrinya dijemput dan dibonceng oleh korban.

Menurut pengakuannya, malam itu ia berniat untuk makan di warung pecel lele dekat dengan tempat istrinya bekerja, saat hendak memesan makanan ia melihat istrinya keluar dan dijemput okeh korban.

Pelaku emosi dan mengambil sebilah pisau dapur yang ditemukannya di tempat pencucian piring warung pecel lele tersebut.

“Ngatek niat pak untuk menghabisi nyawo korban, waktu itu spontan jingok istri aku dijemput dan dibonceng korban, siapopun laki mano dak emosi kalo jingok bini dijemput dan dibonceng cowok lain pasti pikiran negatif,” ujarnya.

Nila mengakui ia dan sang istri masih berstatus sebagai suami istri, namun ia sudah pisah rumah sejak tiga bulan terakhir lantaran sering cekcok yang diakibatkan faktor ekonomi.

Menurutnya sampai saat ini dirinya belum pernah menceraikan maupun digugat cerai oleh sang istri.

Sebelumnya ia juga mengaku sering menerima laporan dari temannya tentang istrinya yang sering berboncengan dengan pria lain di taman kota dan tempat lainya. “Malam itu entah ngapo aku nak lewat sano, niatnyo nak makan tapi malah jingok istriku dijemput dan dibonceng wong lain,” lirihnya.

Sementara itu, Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan mengatakan, pada saat kejadian pelaku langsung diamankan anggota Intel Polres OKU yang kebetulan sedang buka bersama di Rumah Makan Kopitiam.

Atas kejadian ini polisi mengamankan sebilah pisau dapur yang masih ada bercak darah korban yang digunakan pelaku menikam korban, pakaian korban serta satu unit motor korban yang masih ada bercak darah korban. “Pelaku sendiri diancam dengan pasal 351 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tegasnya. (kie)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •