Nunggak Bayar Iuran, Puluhan Pelanggan PDAM OKU Diputuskan

0
Petugas PDAM Tirta Raja OKU saat melakukan penertiban terhadap pelanggan yang menunggak membayar iuran ledeng.

BATURAJA – Gara-gara menunggak bayaran iuran selama tiga bulan berturut-turut, puluhan pelanggan PDAM Tirta Raja Kabupaten OKU diputuskan aliran ledengnya, sehingga tidak bisa menikmati layanan air bersih lagi.

“Ya, hari ini kita menurunkan delapan tim untuk melakukan penertiban ini. Hasilnya ada sekitar puluhan pelanggan kita yang terpaksa diputuskan aliran ledeng di rumahnya,” kata Dirut PDAM OKU, H Abi Kusno, melalui Humasnya, Franco, saat dibincangi di lokasi penertiban, Rabu (05/01).

Franco menjelaskan, pihaknya melibatkan aparat kepolisian untuk menertibkan pelanggan yang menunggak tersebut. “Untuk Januari 2022 ini kita targetkan akan menertibkan 200 pelanggan dan rata-rata tunggakan mereka antara 3 bulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun tidak membayar kewajibannya,” sesal dia.

Franco mengatakan, secara keseluruhan ada sekitar 5.000 pelanggan PDAM Tirta Raja OKU yang menunggak membayar iuran ledengnya. “Jika dirupiahkan tunggakannya mencapai Rp5 miliar,” ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya sendiri selama dua tahun terakhir memberi kelonggaran bagi pelanggan PDAM dengan tidak melakukan penertiban terhadap para pelanggan yang menunggak mengingat sedang masa pandemi covid-19.

Hanya saja mengingat saat ini perekonomian masyarakat sudah mulai membaik seiring dengan melandainya kasus covid-19 di OKU, maka PDAM Tirta Raja OKU akan kembali melakukan penertiban.

Bagi pelanggan yang merasa aliran ledeng di rumahnya diputuskan, maka bisa mengurusnya untuk minta dipasangkan lagi. Syaratnya pelanggan itu harus melunasi seluruh tunggakannya di PDAM Tirta Raja OKU plus membayar biaya pemasangan Rp150 ribu. “Silahkan datang ke kantor kita. Prosesnya cepat kok. Hanya satu hari bisa kelar,” tandas dia. (kie)