OKI Expo 2018 Sederhana Namun Dongkrak Ekonomi Masyarakat

0

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com) – Penyelenggaraan OKI Expo 2018 memang tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana kegiatan tahunan ini dilaksanakan lebih sederhana.

Tidak ada artis ternama yang didatangkan, namun kegiatan yang dilaksanakan selama sepekan di dipelataran parkir Gedung Olahraga (Gor) Perahu Kajang Kayuagung ini terselenggara dengan sukses dan mampu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurut Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI) Kabupaten OKI. Jika pada tahun – tahun sebelumnya mereka (Pedagang – Red) tak pernah dilibatkan dalam artian dapat ikut serta menggelar barang dagangan dilokasi OKI Expo, Kali ini mereka justru disediakan lapak untuk menjajakan dagangannya.

“OKI Expo sebagai rangkaian memperingati Hari Jadi Kabupaten OKI ke 73 tahun 2018, yang digelar beberapa waktu lalu terbilang sukses dilaksanakan. Karena kegiatan tersebut telah mampu menggalakkan ekonomi masyarakat,”kata Dewan Penasihat APSI, Syamsir, Kamis (18/10).

Masih kata Syamsir, sedikitnya ada 8 lapak diperuntukkan bagi pedagang tergabung dalam APSI disediakan secara gratis oleh pihak penyelenggara dilokasi Pasar malam berdampingan dengan stand – stand OPD, Kecamatan, BUMN maupun swasta selaku peserta OKI Expo. Dan hal ini tentunya sangat bermanfaat sehingga mampu mendongkrak ekonomi mereka.

“Ini gratis diberikan untuk pedagang, dan baru tahun ini kita dilibatkan secara langsung dan diberikan ruang, jadi menurut kami penyelenggaraan kali ini jelas lebih berpihak kepada kita,” katanya.

Menurut Syamsir, tentu dalam setiap penyelenggaraa kegiatan akan sulit untuk mendapatkan hal yang sempurna, tetapi perbaikan dari setiap kekurangan itu yang lebih penting.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan OKI, S Sudiyanto Djakfar SSos MSi mengatakan, Gelaran OKI Expo 2018 kali ini memang kita konsep secara sederhana agar mampu menggalakkan bahkan mendongkrak ekonomi masyarakat khususnya para pedagang.

“Dengan begitu, tidak hanya sebagai rangkaian memperingati hari jadi kabupaten OKI, tetapi juga sebagai tempat hiburan dan sumber pendapatan masyarakat. Contohnya Pedagang dan tukang – tukang yang berkontribusi dalam proses pembangunan stand. Kan mereka mendapatkan upah, karena tidak sepenuhnya dikelola oleh pihak Event Organizer (EO),” ungkapnya.

Mengenai biaya sebesar Rp 6 juta yang dibebankan kepada para peserta OKI Expo, Lanjutnya, sebenarnya itu lebih murah jika dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. (feb)