Oknum Anggota Polres OKU Diduga Simpan Ratusan Butir Extasi

0

# Kapolres : Saya Akan Berikan Sanksi Tegas

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Korp baju coklat kembali tercoreng atas ulah nakal anggotanya yang diduga nekat menjadi pengedar narkoba. Adalah Aiptu Budi Rispayanda, oknum anggota Polres Ogan Komering Ulu (OKU) yang kini terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres setempat, karena diduga kedepatan menyimpan, memiliki dan mengedarkan extasi, Rabu (26/9) malam.

Mantan anggota Provost Polres OKU dan mantan ajudan Kapolres OKU, AKBP Budi Setiadi di era tahun 2004-2005 itu, diciduk polisi bersama rekan wanitanya berinisial L (24) warga Sukajadi di bedeng L yang terletak di dekat Jembatan Sukajadi.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil menyita narkoba jenis extasi sebanyak 300 butir yang disembunyikan tersangka di atas lemari yang ada di dalam kamar L. Selain itu, turut diamankan bong, pirex serta beberapa bungkus kecil narkoba jenis sabu.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan, terungkapnya kasus ini bermula dari suksesnya pihak Satres Narkoba Polres OKU menciduk kaki tangan Aiptu Budi, yakni R, warga Gotong-royong dan rekannya yang identitasnya belum diketahui di Kecamatan Lubuk Batang.

Selanjutnya usai ditangkap R disuruh memancing dengan menelepon L untuk memesan narkoba. Namun dijawab L barangnya tidak ada.

Mendengar jawaban itu R langsung mengatakan kepada L bahwa sudah minta izin dengan Aiptu Budi untuk memesan extasi. Mendengar “kode” meyakinkan itu, akhirnya L mengizinkan R untuk datang ke bedengnya.

Mendapati lampu hijau tersebut polisi bersama R langsung bergerak cepat menyambangi bedeng L. “Nah, saat itulah Aiptu Budi datang dengan niat ingin mengamankan L agar tidak ditangkap. Namun betapa tekejutnya tersangka ternyata yang datang menggerebak bukan polisi biasa, namun langsung dipimpin Kasat Narkoba AKP Widi Andika Darma. Tak hayal, pelaku pun langsung diciduk bersama L,” ungkap sumber wartawan yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (2/10).

Kapolres OKU AKBP, Dra Ni Ketut Widayana Sulandari saat menggelar jumpa pers, mengaku, sudah mengusulkan untuk melakukan pemecatan terhadap Aiptu Budi yang diduga menjadi bandar narkoba.

“Apabila terbukti Budi menjadi bandar narkoba, maka akan diberikan sanksi terberat berupa diusulkan pemecatan dari kesatuan POLRI,” tegas Kapolres seraya menambahkan sikap tegas dan tidak tebang pilih ini merupakan komitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres OKU.

Kapolres yang juga didampingi Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma SIK SH dihadapan wartawan membenarkan pihaknya sudah mengamankan empat tersangka yang terlibat kasus peredaran narkoba dimana salah satu diantaranya oknum anggota polisi berpangkat Aiptu yang dinas di Sat Sabhara Polres OKU.

Menurut Kapolres, tersangka Budi memang sudah lama menjadi target polisi. Bahkan sejak pertama kali dirinya menjabat Kapolres OKU sudah tiga kali mengincar Aiptu Budi, namun selalu lolos.

Kapolres menegaskan, tiga kasus yang menjadi perhatian serius meliputi narkoba, kejahatan dengan kekerasan dan kejahatan dengan pemberatan.

Terhadap kasus yang yang melibatkan oknum anggota polisi ini Kapolres memerintahkan agar diterapkan pasal terberat, yakni hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Karena kasus ini masih terus dikembangkan, Kapolres berjanji akan melakukan press releass setelah memasuki tahap II penyidikan, dan menyarakan media mengikuti perkembangan tahapan kasus ini. (ags)