Orang Tua Korban Ikhlas Jenazah Anaknya Diotopsi

0
Suasana di rumah duka
Korban semasa hidup
Ayah korban terlihat sedih.
Suasana di rumah duka

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Duka mendalam menyelimuti hati M Yunus dan Susi, warga Jl KH Ahmad Dahlan, Lorong Ogan, Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Bagaimana tidak, putra kesayangan mereka, Satria (15) yang selama ini menjadi tulang punggung, kini telah pergi untuk selama-lamanya.

Remaja putus sekolah itu (kelas 3 madrasah tsanawiyah) itu tewas mengenaskan akibat ditembak salah seorang kawanan begal yang ingin beraksi mencuri sepeda motor di kampungnya, Jumat (12/10) dini hari sekitar pukul 03.00 Wib.

Korban yang saat itu lagi nongkrong untuk melihat dan membantu tetangganya yang sedang hajatan di dekat masjid yang ada di Lorong Ogan, mencoba menghentikan pelarian komplotan begal berjumlah enam orang yang beraksi dengan mengendarai tiga motor metik.

Sial, korban yang mencoba melemparkan kursi plastik ke arah komplotan begal tersebut ditembak salah seorang pelaku dengan menggunakan senjata api rakitan di arah leher bagian belakangnya. Tak hayal, Satria pun tersungkur ke tanah bersimbah darah dan tewas di lokasi kejadian. “Anak aku ini baru balek dari jualan nasi goreng,” ucap orang tua korban, M Yunus (60).

Yunus berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku dihukum setimpal dengan tingkat kesalahannya.

Yunus mengaku, sama sekali tidak menyangka kalau anaknya yang dikenal penurut, rajin dan tidak banyak ulah itu akan meninggal dunia dengan cara mengenaskan.

“Dio tu rajin bantu kami nyari duit. Sehari gajinyo nolongi wong jualan nasi goreng Rp50 ribu. Duitnyo Rp30 ribu dienjuk ke emaknya untuk bantu beli kebutuhan sehari-sehari. Rp10 ribu ditabungnyo buat bayar arisan dan Rp10 ribu lagi buat dio jajan,” kata Yunus.

Terkait rencana tim Forensik Polda Sumsel yang akan melakukan otopsi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di kepala korban, Yunus dan Susi mengaku mengikhlaskannya. “Yang penting pelaku cepat ditangkap pak,” pintanya.

Terpisah, Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan SKom menjelaskan, pihaknya sangat berterima kasih atas pengertian orangtua korban, karena hal itu sangat membantu dalam mengusut kasus ini.

Proyektil ini nantinya sangat dibutuhkan untuk kepentingan pembuktian.“Lebih baik kita keluarkan sekarang, daripada kita harus membongkar kembali setelah korban dimakamkan,” kata Kasat seraya menambahkan semua biaya autopsi akan ditanggung polisi. (ags)