Home / Pendidikan / Para Guru di OKI Pertanyakan Dana Tamsil Yang Tak Kunjung Cair

Para Guru di OKI Pertanyakan Dana Tamsil Yang Tak Kunjung Cair

Hits: 143

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com)–Sejumlaguru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mempertanyakan dana Tambahan Penghasilan (Tamsil) atau tunjangan fungsional yang tidak kunjung dicairkan oleh pihak Dinas Pendidikan setempat.

Salah seorang guru di OKI yang namanya tidak mau ditulis mengatakan, dana Tamsil atau tunjangan fungsional guru PNS daerah dianggarkan dari dana pusat dan apabila benar diputuskan seharusnya ada surat pemberitahuan dari Menteri Pendidikan Nasional kepada guru PNS daerah biar lebih jelas. Dengan kejadian ini  guru PNS yang bertugas di daerah bertanya-tanya mengapa dana tersebut tidak kunjung dicairkan juga.

Lebih lanjut guru itu mengatakan, dana tamsil ini untuk triwulan pertama  yakni Januari, Februari dan Maret 2018 dicairkan. Namun untuk triwulan kedua April, Mei dan Juni 2018 tidak dicairkan sama sekali. Sedangkan setiap anggaran  yang disahkan itu sudah pasti untuk satu tahun bukan untuk satu dua bulan saja.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Imam Tohari SE MM MSi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, kalau masalah dana tamsil langsung saja ke bidangnya. “Ada bagian teknisnya, kalau saya yang menjawab takut salah, “katanya.

Terpisah, Bagian Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten OKI,  Iskandar didampingi Kasi GTK, Tuniati, menjelaskan, mengenai tidak dicairkannya Tamsil atau tunjangan fungsional untuk guru PNS daerah yang belum berkualifikasi akademik S1 atau D IV itu mengingat tahun 2018 ini ada dua juknis seperti  pencairan  triwulan pertama 2018, Januari, Februari dan Maret masih menggunakan  juknis tahun 2017.

Sementara untuk pencairan triwulan kedua pada April, Mei dan Juni sampai Desember sudah diberlakukannya juknis 2018.

Didalam juknis yang baru itu kata dia, diterangkan bahwa apabila guru PNS  belum berkualifikasi akademik S1 atau  D IV maka tamsil diputuskan.

Selain itu juga apabila guru sudah S1 namun belum penyesuaian S1-nya tetap tidak bisa menerima Tamsil. “Ini semua sesuai dengan Permendiknas Nomor 10 tahun 2018,”.ungkapnya.

Iskandar menambahkan, pada saat Peraturan Menteri ini berlaku Peraturan Menteri Nomor 12 tahun 2017 tanggal 5 April 2018 tentang petunjuk teknis penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus dan tambahan penghasilan guru, PNS Daerah (berita negara Republik Indonesia tahun 2017 Nomor 479) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk kreteria penerima tambahan penghasilan, yaitu Guru PNS Daerah yang belum memiliki sertifikasi pendidikan berkualifikasi akademik paling rendah S1 atau D IV.

Lebih lanjut dikatakannya, dana tamsil tersebut memang sudah dianggarkan pemerintah pusatdari Menteri Keuangan RI, langsung masuk Kas Daerah (Kasda). “Kita hanya mengajukan nama-nama guru yang akan dibayar, walaupun yang tidak dibayarkan uangnya tetap di Kasda tidak bisa diganggu gugat. Uang tersebut bukan kami yang memegang dan juga bukan kami yang membagi bagikannya,” tegasnya.

Uang yang keluar  dari kasda berdasarkan pengajuan dari Dinas Pendidikan OKI dan nama-nama guru dari Kadin keluar SPM,  serta juga keluar SP2D dari BPKAD OKI. Apabila masih ada sisa dana tidak dibayarkan tetap di Kasda.

Dia menjelaskan, Dinas Pendidikan hanya pendataan saja dan uang tersebut langsung masuk rekening guru yang menerima tamsil.

Adapun besaran tamsil yang diterima guru PNS sebesar Rp250.000,- yang diterima setiap triwulan dan setiap guru yang menerima dikenakan PPH sesuai dengan golongan seperti golongan III dikenakan PPH 5 persen dan golongan IV dikenakan PPH 15 persen.

Dan untuk pemutusan tamsil terhadap guru PNS yang belum memiliki sertifikasi pendidikan S1 atau D IV Dinas Pendidikan sudah memberikan surat edaran melalui  UPTD Pendidikan masing-masing. (g-wijaya)

About Gani Wijaya

Baca Juga

Kerjakan UNBK di Tempat Tidur, Sekda OKU Rekomendasikan Sandi Masuk SMN5

Hits: 206 BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Sendi Tiara (15), siswi SMP N 09 Tanjung Kemala, Kabupaten …