Pasal Hutang, Dua Sekawan Ini Nekat Membunuh dan Dituntut Penjara Seumur Hidup

0
JPU saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa.

PALEMBANG – Mgs Yudi Thama Redianto Bin M Nutdin Jauhari dan rekannya Ilyas Kurniawan alias Yas Bin Junaidi, dua pelaku pembunuhan sadis dan mengecor mayat korbannya di TPU Kandang Kawat Palembang dituntut penjara seumur hidup oleh JPU Kejati Sumsel, Murni SH pada sidang di PN Klas 1A khusus Palembang, berlangsung secara Video Teleconference Via Zoom, Selasa (05/05).

Kedua terdakwa dengan berkas terpisah ini dituntut JPU terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dengan bersama-sama sebagaimana diatur pada pasal Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau pidana mati.

”Bahwa berdasarkan hasil Visum dari RS Bhayangkara Palembang Nomor : 128/VRJ/Oktober/2019/RUMKIT tanggal 25 Oktober 2019 yang ditandatangani oleh Dr Mansuri telah memeriksa jasad perempuan yang berusia sekitar 60 tahun,” kata JPU.

Dari hasil luar dan dalam ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul berupa luka memar di kepala, leher, perut dan anggota gerak. Selain itu ditemukan tanda-tanda kekerasan di daerah leher berupa memar dan patahnya cincin rawan tenggorokan, ditemukan tanda-tanda mati lemas sebab kematian adalah karena kekerasan di leher yang mengakibatkan rusaknya cincin rawan tenggorokan dan ngangguan saluran nafas, terang JPU dimuka sidang diketuai majelis hakim Adi Prasetyo SH MH.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim menetapkan sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada 14 Mei mendatang dengan agenda pembelaan dari kuasa hukum terdakwa. “Sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali sepekan mendatang,” tegas majelis.

Diketahui yang terlibat dalam kasus ini bukan hanya kedua terdakwa melainkan ada pelaku lain yakni Amir dan Ichnation Novari alias Novi yang saat ini masih DPO.

Pembunuhan itu dipicu masalah utang piutang antara terdakwa Yudi dan korban Apriyanita SH yang juga berstatus oknum ASN sebesar Rp100 juta. Utang itu berasal dari bisnis jual-beli mobil lelang antara keduanya, namun korban merasa ditipu lantaran kendaraannya tidak ada dan meminta kembali uangnya pada tedakwa Yudi.

Karena terus ditagih oleh korban terus menerus, kemudian terdakwa Yudi panik, Ia berdiskusi dengan temannya atau pelaku lainnya hingga direncanakanlah pembunuhan pada 9 Oktober lalu.

Menurut terdakwa Yudi, tanggal 9 dia ditagih korban dan nanya soal uang. Karena bingung dan panik takut dilaporkan penipuan, Yudi diskusi bersama Novi. Malam itu mereka rencanakan membunuh korban.

Pada Rabu tanggal 09 Oktober 2019 terdakwa menghubungi saksi korban untuk mendatangi rumah korban di Jalan Sriwijaya Dwikora II Kec Ilir Timur I Kota Palembang dengan menggunakan satu unit mobil Kijang Inova Warna Hitam No Pol B 1559 FIS dengan maksud akan menyelesaikan permasalahan uang tersebut.

Sesampai di rumah korban terdakwa disuruh korban masuk beserta mobil kedalam garasi rumah korban sambil menunggu korban, lalu sekitar pukul 11.30 WIB terdakwa bersama dengan korban pergi dengan mengendarai mobilnya menuju Bank Mandiri Syariah di daerah Demang Lebar Daun Palembang dan berjanji akan membayar.

Namun bukannya mendapatkan uangnya, korban malah diajak berkeliling dengan alasan terdakwa mau meminta uang pada Ibunya yang tengah sakit, sebelum akhirnya dieksekusi oleh para terdakwa dengan cara dijerat leher korban oleh salah satu pelaku menggunakan tali rafia di dalam mobil di kawasan taman hingga korban lemas dan tewas.

Usai dibunuh, jasad Anita dikubur dikuburan lama di kawasan Kandang Kawat yang digali seadanya, kemudian dicor. Polisi menduga pelaku pembunuhan Anita mengecor lubang kuburan itu untuk menghilangkan bau, atas pembunuhan itu terdakwa Ilyas dan pelaku lainnya yang masih DPO diberi uang oleh terdakwa yudi sebesar total Rp15 juta. (yns)