Patungan Uang, 35 Atlet KKI OKU Berangkat Ikut Kejurda di Palembang

BATURAJA (fokus-sumsel.com)– Semangat para atlet dan dukungan penuh orang tua serta pelatih dan pengurus perguruan Kushinryu M Karatedo Indonesia (KKI) Kabupaten OKU, patut diapresiasi.

Meski organisasi KKI OKU yang baru dilantik dan dikukuhkan setahun lalu tak ada dana, namun berkat kerjasama dan saling pengertian, sedikitnya 35 atlet bisa diberangkatkan, mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) KKI se Provinsi Sumsel.

Kejurda KKI tersebut akan dilaksanakan di GOR Dempo Jakabaring Palembang mulai 5 April sampai 7 April 2019. Kontingen KKI OKU telah diberangkatkan dari Dojo (tempat latihan) Satlantas Polres OKU, Selasa siang (2/4).

Keberangkatan 35 atlet tersebut didampingi enam official yang merupakan manajer dan para pelatih.  Mereka berangkat dipimpin langsung Ketua Harian KKI OKU Ipda Herianto.
“Kami sama sekali tidak punya dana untuk mengikuti even ini. Tentu saja memberangkatkan puluhan atlet ke luar daerah butuh dana besar. Setidaknya untuk penginapan dan konsumsi dan transportasi,” kata Ipda Herianto.

Tapi berkat kerjasama para orangtua, pelatih dan pengurus akhirnya mereka bisa mengumpulkan dana. Meski tidak terlalu besar, namun dana hasil patungan orang tua atlet dan pengurus bisa mengatasi sejumlah kebutuhan saat di Palembang.

“Alhamdulillah untuk transportasi kita berangkat menggunakan mobil pribadi milik pelatih dan ada juga dari orang tua atlet. Semuanya ada lima mobil jenis minibus untuk mengangkut rombongan serta barang-barang bawaan atlet,”  imbuhnya.

Menurut Ipda Herianto, pengeluaran untuk biaya penginapan setidaknya terbantu juga Sebab, mereka akan menginap di rumah milik Ketua Umum KKI OKU Raya AKP Adi Sapril SH di kawasan Kompek Poligon.

Dari lokasi ini akan memudahkan atletnya menuju lokasi pertandingan di kawasan Jakabaring. Sebab  arus lalu lintas tidak terlalu padat alias tidak sering macet seperti di jalan-jalan utama pusat Kota Palembang.

Sementara itu, Ketua Umum KKI OKU Raya AKP Adi Sapril SH menerangkan, dirinya sengaja memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pengurus dan pelatih KKI OKU untuk mengatasi masalah pemberangkatan atlet. Mengingat dia sendiri berada jauh karena dinas di Polda Sumsel.

“Saya tekankan kepada pelatih dan pengurus, kalau sekedar untuk berangkat mengikuti Kejurda tidak usahlah kita mengemis-ngemis kemana-mana. Saya yakin mereka mampu untuk mencari jalan keluarnya dan sekalian belajar mengatasi masalah seperti ini,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Prabumulih ini.

Menurut AKP Adi Sapril, jangan karena terkendala dana keberangkatan, para atlet yang sudah berlatih keras kecewa tidak jadi ikut Kejurda. Sebab, Kejurda ini bukan saja menjadi kesempatan untuk meraih prestasi. Lebih dari itu para atlet bisa menambah jam terbang dan pengalaman bertanding di skala besar.

“Sebagai pelecut pengurus dan pelatih, saya contohkan kita beberapa waktu lalu pernh mengadakan Kejuaraan Daerrah Karate Adi Sapril Cup yang pertama di Baturaja. Pengurus KKI Provinsi Sumsel saja terkejut melihat kita mampu melaksanakannya. Padahal tidak ada dana dari organisasi atau sumbangan pemerintah. Murni menggunakan dana pribadi,” kenangnya.

“Jadi kalau Kejurda di Baturaja saja kita mampu melaksanakannya, kenapa tidak sekedar memberangkat atlet ke Palembang jadi batal lantaran terbentur dana. Alhamdulillah para pelatih dan pengurus termotivasi dan buktinya atlet-atlet kita sudah berangkat ke Palembang,” tambah AKP Adi Sapril.

Dijelaskan, pihaknya tidak membebani para atlet untuk meraih medal sebanyak-banyaknya. Meski pada Kejurda KKI se Sumsel sebelumnya, KKI OKU menjadi juara umum dua kali berturut-turut.

“Yang penting atlet kita bisa memperbanyak jam terbang bertanding.  Kalau berhasil meraih prestasi itu adalah bonus semata,” pungkas mantan Kapolsek Sosoh Buay Rayap ini. (kie)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •