Pelaku Pembunuh dan Pemerkosa Mahasiswi Akhirnya Ditangkap

0

# Kapolda Usulkan Pelaku Dihukum Dikebiri

MUARAENIM (fokus-sumsel.com) — Kinerja jajaran Polres Muaraenim patut diacungi jempul. Pasalnya, dalam hitungan 1 x 24 jam mereka berhasil menangkap pelaku pembunuh dan pemerkosa Fatmi Rohanayanti (20), mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang Fakultas Syariah Angkatan 2017.

Pelaku ternyata adalah seorang resedivis kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang pernah ditahan di Nusa Kambangan selama 10 tahun.

Namanya adalah Upuzan alias Sirun (32) warga Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim. Ia ditangkap tim gabungan Polsek Gelumbang dan Polres Muara Enim di rumahnya yang berada di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim, Jumat (1/2).

Selain tersangka, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu helai jaket sweater warna orange dan potongan celana jeans milik pelaku yang dikenakannya saat menghabisi korban serta seutas tali di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, barang bukti lainnya seperti handphone dan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna hijau nopol BG 3745 KAE milik korban berikut satu unit sepeda motor jenis Suzuki Smash modifikasi warna hitam tanpa plat nopol juga berhasil diamankan polisi.

Kapolres Muara Enim, AKBP AfnerJuwono SIk MH didampingi Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono SH saat menggelar konferensi pers mengatakan, kasus tragis ini terungkap setelah pihaknya melakukan olah TKP dan mendalami keterangan saksi-saksi.

“Dari keterangan saksi kita akhirnya mencurigai salah satu pekerja di lahan kebun karet warga yang tak jauh dari TKP. Dia adalah Upuzan Alias Sirun, resedivis kasus yang sama dan baru keluar bebas 2 tahun belakangan ini,” ujar Kapolres.

Sebelum ditetapkan sebagai pelaku kata Kapolres, Upuzan diperiksa terlebih dahulu. Dengan dibantu oleh Tim Labfor Polda Sumsel, petugas mencocokkan sperma pelaku dengan cairan sperma yang menempel di tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan dan sampel yang kita temukan ternyata cocok. Akhirnya atas bukti tersebut pelaku tidak bisa mengelak lagi dan mengakui perbuatannya. Akibat perbuatan itu, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Dari hasil interogasi awal, tersangka beralibi hanya ingin menguasai sepeda motor jenis Honda Beat warna hijau nopol BG 3745 KAE milik korban. Namun saat beraksi kain penutup wajahnya terlepas dan pelaku dikenali oleh korban.

“Karena panik pelaku nekat menyekap korban dan menganiayanya. Dengan kondisi tangan teringkat, korban digiring ke semak-semak. Disanalah pelaku menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Pertama saat korban dalam keadaan sadar dan kedua saat korban sudah meninggal dunia,” sesalnya.

Terpisah, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku, dongkol dengan maraknya aksi pemerkosaan disertai pembunuhan yang terjadi di wilayah hukumnya. “Sebelumnya kasus serupa juga terjadi di Muaraenim. Bahkan korbannya dibakar untuk menghilangkan jejak,” sesalnya.

Mengingat hal itu lanjut Kapolda, guna memberikan efek jera, pihaknya akan mengusulkan ke pusat selain hukuman mati, pelaku pemerkosa disertai pembunuhan juga harus dihukum dikebiri. “Ya dikebiri saja biar bisa memberikan efek jera,” tandas jenderal bintang dua itu. (kie/pan)