Pelimpahan Berkas P21, Obby Akan Segera Disidang

0

PALEMBANG – Obby Frisman Arkataku (24), tersangka dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian Delwyn Berli (14), siswa SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus, mengaku dirinya sama sekali tidak melakukan kekerasan pada korban.

Bahkan menurut tersangka, sebelum tewas korban sempat mengalami kesurupan hingga akhirnya membenturkan tubuh dan kepalanya sendiri.

Itulah yang mengakibatkan korban mengalami luka termasuk di kepala sehingga akhirnya korban tewas.

Keterangan itu disampaikan Obby dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang saat pelimpahan bukti dan tersangka (tahap II) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Kamis (10/10). “Suaranya saat itu seperti nenek-nenek. Korban bilang tolong aku,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat kejadian itu, Obby yang bertindak sebagai pembina Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus, datang ke pinggiran anak sungai yang berada tak jauh dari sekolah.

Saat itu, dia melihat korban telah duduk di pinggir anak sungai. Ketika didekati korban meminta tolong. Obby yang kebingungan, sempat ingin lari dari tempat itu untuk meminta bantuan pada orang lain. Namun dilarang oleh korban yang saat itu sudah seperti orang kesurupan.

“Terus dia pindah ke tumpukan seng yang tergeletak di pinggir sungai. Selanjutnya dia menghempaskan badannya sendiri, kepalanya juga dibenturkan. Saya sama sekali tidak memukulnya,” ucap Obby.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Palembang, Yuliati Ningsih membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tahap II dengan tersangka Obby Frisman Arkataku.

Terkait bantahan yang dikatakan tersangka, Yuli mengatakan hal itu merupakan haknya. “Namun demikian kami selaku penuntut umum memiliki minimal dua bukti,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan pasal Pasal 80 ayat 3 no 17 tahun 2016 tentang undang-undang perlindungan anak.

Selanjutnya, Kejari Palembang memiliki waktu 20 hari kedepan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Tapi biasanya sebelum akhir waktu itu, pihaknya sudah melakukan pelimpahan ke pengadilan untuk kemudian tinggal menunggu jadwal persidangan,” ujarnya. (yns)