Pembunuh Istri Mantan Manager Mitra Ogan Divonis Mati

0
Tersangka Medi saat masih diamankan di Mapolres OKU.
Tersangka Medi saat masih diamankan di Mapolres OKU

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Rahmat Sumaidi alias Medi terdakwa kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Hermin Widayanti, istri mantan manajer PT Mitra Ogan Sudarsono di Lorong Bersama Desa Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur yang terjadi pada April 2018 silam dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN), Kamis (10/1), sore.

Ketua PN Baturaja Dennie Arsan Fatrika SH MH melalui Humas PN Baturaja Dedi Irawan SH, saat dihubungi via sambungan selulernya, Jumat (11/1), membenarkan pihaknya telah menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Medi.

Dikatakan Dedi, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHPidana terhadap korban Hermin Widayanti (51).

“Salah satu hal yang memberatkan terdakwa belum adanya perdamaian serta terdakwa melakukan pembunuhan terhadap korban secara sadis,” ungkapnya.

Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa yang mana pada 6 Desember lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 20 tahun penjara, tetapi atas pertimbangan alat bukti dan sebagainya Pengadilan Negeri Baturaja menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa.

Terpisah, Kuasa Hukum terdakwa Bambang Irawan saat dikonfirmasi mengatakan, jika pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin. Awalnya JPU menuntut terdakwa dengan penjara 20 tahun.

“Nah, saat itu kita mengajukan pledoi, sempat majelis hakim menunda sidang putusan, namun setelah putusan kami kaget Hakim memutuskan hukuman mati untuk klien kami,” kata Bambang.

Bambang juga mengatakan jika dirinya masih menunggu pihak keluarga kliennya untuk mengajukan banding terhadap putusan hakim. “Kalau klien kami hanya bisa tertunduk lesu dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun keluarganya sudah menelpon kita untuk menanyakan bagaimana mekanisme banding,” kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, jika terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang. “Ya, terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding, kita tunggu pihak keluarganya dulu, jika memang meminta banding kita akan langsung melakukan banding ke Palembang,” pungkasnya.

## Hukuman mati pertama kali sepanjang sejarah PN Baturaja

Hukuman mati baru pertama kali terjadi di OKU dari mulai PN Baturaja berdiri hingga tanggal 10 Januari 2019. Banyak terdakwa yang melakukan pembunuhan secara berencana, namun belum pernah ada yang divonis mati.

Seperti contoh, PN Baturaja juga pernah memvonis hukuman seumur hidup kepada 3 pelaku pembunuhan sadis yang dikenal masyarakat “Mayat Bukit Balau”. Dimana saat itu masyarakat digegerkan dengan pembunuhan terhadap anak sekolah di Bukit Balau yang bernama Regi warga Lubuk Batang yang ditemukan tewas dengan leher tergorok dan puluhan luka tusuk.

Namun selain vonis mati kepada Ramat Suamidi alias Medi yang tega membunuh istri mantan Manager PT Mitra Ogan Hermin Widahyati, PN Baturaja juga pernah memvonis bebas tersangka narkoba dengan terdakwa Ferial Mursalim yang dituntut pihak kejaksaan hukuman 8 tahun penjara oleh JPU.

Ferial dijerat dengan dua pasal yakni Pasal 114 dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lantas keputusan majelis hakim yang dipimpin Ketua PN Baturaja, Singgih Wahono SH dalam fakta persidangan memutus bebas terdakwa dengan pertimbangan barang bukti bukan milik Ferial.

Keputusan tersebut sempat menjadi polemik dimana saat itu PN Baturaja didatangi ratusan orang untuk menanyakan hasil putusan bebas tersangka narkoba. (ags)