Pembunuh Sopir Taksi Online Dituntut Hukuman Mati

0

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Dua terdakwa kasus pembunuhan yang menghabisi nyawa sopir GrabCar, Sofyan (43) yang mayatnya ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Selasa (2/4) lalu dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A khusus Palembang.

Dalam tuntutannya JPU Purnama Sofyan SH menyebutkan sesuai fakta yang ada di persidangan, terdakwa Acuandra alias Acun Bin Abu Halim dan terdakwa Riduan alias Ridi Bin Hapni terbukti dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu melakukan pembunuhan terhadap korban Sofyan yang merupakan sopir taksi online pada 29 Oktober 2018.

“Dengan diperolehnya fakta-fakta tersebut maka unsur turut serta melakukan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain telah terpenuhi,” ujarnya.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa, ungkap JPU, perbuatan terdakwa sudah sangat meresahkan masyarakat dan membuat luka serta penderitaan yang dalam bagi keluarga korban karena kehilangan sosok tulang punggung keluarga yang harus menafkahi 1 orang istri dan 4 orang anak yang masih kecil.

Selain itu, terang JPU, dalam perkara ini juga tidak ada perdamaian dari terdakwa kepada keluarga korban dan perbuatan terdakwa ini merupakan perbuatan amoral, sangat kejam dan tidak berkemanusiaan. “Untuk hal-hal yang meringankan terdakwa, tidak ada hal yang meringankan,” ujar JPU dalam tuntutannya.

Sebagaimana pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan berencana untuk itu JPU meminta kepada Majelis Hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana mati dan memerintah kepada para terdakwa tetap dalam tahanan.

Sementara itu Abu Hanifah SH MH, Ketua Majelis Hakim yang mengadili dan memutuskan perkara tersebut memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa melalui Kuasa Hukumnya untuk melakukan Pledoi (pembelaan-red) pekan depan.

“Silahkan anda menyampaikan pembelaan melalui Kuasa Hukum anda secara tertulis. Untuk itu sidang ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (9/4),” tutup Ketua Majelis Hakim. (yns)