Pemkab Lahat Bersama Pihak Terkait Rakor Bahas Isu SARA

0
Pemkab Lahat, bersama unsur Forkompinda dan instansi terkait lainnya melangsungkan rapat membahas tentang isu suku agama dan ras (SARA), di Ruang Opsroom Pemkab Lahat, Selasa (30/8). Foto: Kristian

LAHAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, bersama unsur Forkompinda dan instansi terkait lainnya melangsungkan rapat membahas tentang isu suku agama dan ras (SARA), di Ruang Opsroom Pemkab Lahat, Selasa (30/8).

Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Bupati Lahat Cik Ujang, Kajari Lahat Nilawati, Danramil 405-12/Kota Lahat Kapten Inf Mardianto, Kabag OPS Polres Lahat Kompol Aan Sumardi, Ketua MUI Lahat H Zulkiah Khohar, Ketua Forum Pengawasan Dini H Hambi Apsal,  Ketua Tanfidiah PBNU Lahat Ust Nafiqurohman, Ketua Muhammadiyah Lahat H Khaidir Rusman, Ketua FKUB Lahat H Haruddin B.A, Kaposda Sumsel Hartono, dan tamu undangan lainnya.

Asisten I bidang Pemerintahan Setda Lahat H Rudi Thamrin MM., menyampaikan, aparat pemerintah dan instansi terkait harus bersinergi agar status sosial dapat tercipta dan damai di Kabupaten Lahat. “Terkait informasi pengendalian pangan dan kondisi di Kabupaten Lahat, kami meminta pendapat dan saran rekan masing – masing,” ucapnya.

Ketua PKUB Lahat H Haruddin menegaskan, lembaga yang dibentuk ini menggunakan SK Kabupaten Lahat yang terdiri dari kerukunan beragama. Agama ada enam. Bahkan Konghucu dan Budha apabila ada kegiatan mereka bersatu.

“Tujuan dengan adanya PKBU di Kabupaten Lahat agar tercipta kerukunan umat bergama di Lahat. Kendala kami luas wilayah Kabupaten Lahat. Untuk itu, kami minta kepada pemerintah mengeluarkan imbauan kepada modaris,” sarannya.

Bahkan, diakuinya, PKBU Lahat selalu berkoordinasi degan forum agama lain dan selalu koordinasi untuk menciptakan Kabupaten Lahat selalu damai. “Kami telah membentuk tempat rumah Bhinneka Tunggal Ika di Kecamatan Kikim Timur dan kami selalu membina rumah ibadah,” paparnya.

Setali tiga uang, Ketua Forum Pengawasan Dini H Hamdi mengatakan, pihaknya belum menerima informasi tentang sara atau gangguan adat istiadat di Kabupaten Lahat. “Untuk itu, kita sesama umat harus berkoordinasi, akan tetapi jangan saling memasuki kewenangan. Kita juga jangan selalu menari-nari, harus waspada dari satu sama lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MUI Lahat H.Zulkiah Khohar menambahkan tujuan dilaksanakan rapat koordinasi ini untuk menciptakan Kabupaten Lahat Bercahaya. MUI lahir pada tahun 1975 dan selalu ketika musyawarah meminta dukungan pendapat dari semua kalangan.

“Saya sampaikan permasalahan antar agama pada saat ini di Kabupaten Lahat tidak ada permasalahan. Kita harus bersatu karena kita semua saudara yang ada di NKRI. Kami saat ini terkendala dana untuk melaksanakan kegiatan, karena dana dari Pemda Lahat sering tidak dapat,” paparnya.

Ketua Tanfudiah PBNU Lahat Ust Nafigurohman menerangkan, pihaknya menjalankan kegiatan dalam bentuk pengajian – pengajian di Masjid Muhammadiyah serta melakukan pengajian ditingkat kecamatan. “Kami terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial dimasyarakat. Dalam waktu dekat PBNU akan melaksanakan kegiatan besar,” ujar Ust Nafigurohman.

Terpisah, Danramil 405-12/Kota Lahat Kapten Inf Mardiyanto menerangkan, dirinya mewakili Dandim 0405 Lahat akan selalu mendukung semua yang sudah disampaikan didalam Rakor hari ini.

Kabag Ops Kompol Aan Sumardi SH, pihaknya akan terus mendeteksi semua kegiatan beragama yang ada di Kabupaten Lahat.

Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan, pentingnya rapat hari ini untuk menjaga kerukunan keagamaan di Kabupaten Lahat. “Saya minta kepada camat untuk menindaklanjuti zakat di Basnas, akan tetapi akan kita koordinasikan terlebih dahulu dengan dinas – dinas terkait. Mari kita bersatu jangan mudah diadu domba oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan. Saya sangat mendukung kegiatan ormas yang ada di Kabupaten Lahat,” tegasnya. (ris)