Pemuda Ini Tewas Akibat Peluru Polisi Nyasar Tembus Lehernya

0
Suasana di rumah duka. Foto: PN
Suasana di rumah duka. Foto: PN

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Ariansyah Saleh (23), warga Jalan KH Azhari Lorong Al-Kautsar Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Senin (8/10) dinihari, tewas dengan kondisi tertelungkup tak jauh dari rumahnya.

Ariansyah tewas karena menjadi korban salah tembak oleh anggota kepolisian Polsek Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir yang saat itu melakukan penangkapan di kawasan tersebut.

Mayat korban Ariansyah sekarang sudah berada di rumah duka, sebelumnya korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

Kejadian ini pun sendiri langsung dilaporkan paman korban, Muhammad Soleh Ahmad (66), ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang.

Kakak kandung korban, Jimi (33), ketika ditemui di rumah duka mengaku mengetahui adik kandungnya meninggal Senin (8/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Salah tembak oleh anggota Polsek Pemulutan pak. Sudah ditembak adik saya didiamkan saja terkapar. Dia mengalami luka tembak di leher,” tutur Jimi.

Usai kejadian ini, Jimi berharap kejadian yang dialami adik kandungnya, dapat diproses hukum. “Dia lagi main di belakang rumah pak. Kejadian sebenarnya saya tidak tahu, karena sedang tidur di rumah. Memang terdengar suara letusan tembakan, pas saya keluar, adik saya sudah terkapar,” jelasnya.

Sekarang mayat korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Nagaswidak Kecamatan SU II Palembang.

Sementara terkait peluru nyasar yang menewaskan seorang warga di kawasan 7 Ulu Palembang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara akan menindak lanjutinya.

Bahkan orang nomor satu di Polda Sumsel ini mengatakan, bahwa petugas dari Polsek Pemulutan Polres Ogan Ilir (OI) melanggar aturan yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dikarenakan penggerbekan yang berlangsung di kawasan Jalan KH Azhari Lorong Alkausar 7 Ulu Palembang, bukan wilayah hukum Polres Ogan Ilir. Jadi sesuai SOP, Polsek Pemulutan harus meminta izin ke Polresta Palembang untuk pendampingan ketika penangkapan berlangsung.

“Semestinya dari Polres Ogan Ilir harus izin masuk wilayah dan didampingi oleh Polresta Palembang saat penggerbekan. Karena tidak ada koordinasi dengan Polresta Palembang, jelas SOP juga sudah dilanggar,” ujar Zulkarnain.

Terlebih lanjut mengenai peluru yang menewaskan warga, Zulkarnain mengatakan, saat ini masih menunggu hasil dari uji balestik terhadap peluru yang bersarang di tubuh korban. Hasil tersebut nantinya akan menjadi bukti siapa pemilik proyektil tersebut.

“Kalau polisi mengaku itu pelurunya enak, langsung saya proses. Tapi kan ini belum ada yang mengaku, jadi kita tunggu hasil lab saja. Kalau kelalaian menghilangkan nyawa orang lain pastinya ada sanksi kepada polisi, baik itu pidana ataupun sidang disiplin. Sekarang masih didalami dulu,” ujarnya. (pan)