Penderita Kanker Tulang di OKU Butuh Uluran Tangan

0

BATURAJA — Tidak ada kasur ataupun ranjang, yang ada hanyalah kursi roda dan satu buah kursi plasitk tempat Cintani (16), warga Desa Bunglai, Kecamatan Kedaton Perninjauan Raya bersandar, Rumah Sakit Noer Hasmir (DKT) bukan tidak menyediakan tempat tidur. Namun kondisi Cintami yang tidak bisa lagi tidur layaknya kebanyakan orang sakit.

Ya, Cintani remaja yang duduk di kelas 1 SMA ini harus menahan rasa sakit di bagian kaki kanannya. Cintani didiagnosa oleh dokter terkena kangker tulang. Penyakit kanker tulang yang memaksa Cintani untuk berhenti sekolah terbilang cepat. Bayangkan saja hanya dalam waktu 8 bulan kaki kanan Cintami sudah membengkak sebesar kepala orang dewasa bahkan lebih.

Hal tersebut membuat Cintani tidak bisa bergerak sedikitpun, jika ada pergerakan ditubuhnya, maka rasa sakit akan dialaminya, pun juga termasuk kakinya jika dielus. Penyakit yang merenggut masa muda Cintani berawal dari rasa sakit yang diderita Cintani 8 bulan lalu. Dimana saat itu Cintani sering mengeluh sakit kepada neneknya.

Cintani memang dibesarkan oleh Neneknya setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Hanya dengan sang Nenek Cintani bisa bercerita. ”Dia (Cintani) sering mengeluhkan kakinya yang sakit, namun saya fikir itu hanya kecapean atau pegal. Namun setelah beberapa bulan, Cintani keliatannya tidak sanggup menahan rasa sakitnya, bahkan pernah jatuh pingsang gara-gara kesakitan,” kata Newnek Cintani.

Sakit Cintani tak kunjung hilang, bahkan kakinya mengalami kebengkakan yang hebat. Hal tersebut membuat Cintani harus meninggalkan sekolahnya dan hanya berdiam diri saja dirumah sembari diobati dengan pengobatan alakadarnya.

Puncaknya, Selasa kemarin (11/6) Cintani tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya, kemudian bengkak kakinya sudah sangat besar yang akhirnya Sang Nenek membawa Cintani ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas akhirnya merujuk Cintani ke rumah sakit nlantaran peralatan medis dipuskesmas tersebut tidak lengkap.

Namun bukannya mendapat ketenangan, kini Cintani dan neneknya malah bingung bagaimana cara membayar rumah sakit dan biaya selama dirumah sakit. Cintani dan Neneknya bukan tergolong orang yang mampu, untuk makan saja sudah susah apalagi untuk melakukan pengobatan.

Camat Kedaton Peninjauan Raya, Novri Zaldy SSTP saat mendampingi keluarga besar Cintani di RS DKT DR Noesmir, mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melaporkan kepada Bupati OKU.

“Atas perintah Pak Bupati, kami langsung rujuk ke sini (RS DKT DR Noesmir). Insya Allah, kalau tidak hari ini (kemarin) mungkin besok (hari ini) Cintani di rujuk ke Palembang,” timpal Novri.

Ada sedikit bocoran tentang penyakit Cintani, ternyata kanker tulang yang dideritanya sudah menjalar ke pangkal paha, yang membuat Cintani harus dirujuk ke rumah sakit Umum Palembang. Kini Cintani dan Nenek membutuhkan uluran tangan dari dermawan. (ags)