Pengedar 8,5 Kg Sabu Dituntut Jaksa 11 Tahun Bui

0

PALEMBANG — Terdakwa Roy Pratama (21) langsung tertunduk lesu dihadapan majelis hakim saat mendengar jaksa penuntut umum (JPU) menuntutnya 11 tahun kurungan penjara.

Pria asal Kabupaten Banyuasin Sumsel ini ditahan karena terlibat kasus narkotika dengan barang bukti satu bungkus sabu seberat 8,520 gram.

“Menyatakan bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, maka terdakwa dituntut 11 tahun penjara,” ujar JPU Amanda SH pada sidang yang digelar di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (19/6).<

Sesaat setelah mendengar tuntutan yang ditujukan padanya, Roy tertunduk lesu dihadapan majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah SH MH, terlihat kedua telapak tangan Roy terus saja mengelus dengkulnya sambil sesekali menundukkan badannya selayaknya orang yang sedang gelisah.

“Saya mohon pengajuan pembelaan tertulis pak,” jawab Roy, menanggapi pertanyaan hakim yang bertanya tentang sikapnya terhadap tuntutan jaksa.

Dalam dakwaan terungkap pula bahwa terdakwa diajak oleh Andi (DPO) ke rumah Pung (DPO) untuk melakukan transaksi narkoba.

Saat sampai di tempat transaksi, Andi langsung melakukan transaksi jual beli narkoba. Dimana dia memberikan uang sebesar Rp 8,5 juta pada saksi Hawa (berkas terpisah) untuk mendapatkan sabu seberat 8,520 gram.

Sementara terdakwa menunggu diatas motor dan melihat transaksi dari kejauhan. Setelah transaksi selesai, terdakwa bersama Andi langsung meninggalkan tempat tersebut.

Kemudian Andi memberikan satu buah amplop yang di dalamnya berisikan Narkotika jenis shabu kepada terdakwa. Barang tersebut langsung disimpan oleh terdakwa di saku celana sebelah kanan bagian depan yang terdakwa pakai.

Atas informasi tersebut, Dit Narkoba Polda Sumsel melakukan penangkapan terhadap terdakwa di Desa Siju Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Sumsel pada Sabtu (26/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sedangkan Andi yang menunggu di atas motor langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor yang dikendarainya saat melihat terdakwa ditangkap. Kini terdakwa Roy Pratama harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. (yns)