Pentingnya Pembelajaran Tatap Muka, Protokol Kesehatan Harus Diterapkan

0

KAYUAGUNG – Dimasa pandemic Covid-19, Pemerintah telah menetapkan dua model pelaksanaan kegiatan dalam pembelajaran bagi siswa, yaitu Pembelajaran Dari Rumah (BDR) untuk daerah-daerah di bertanda zona merah, orange dan kuning, serta Pembelajaran Tatap Muka (BTM) bagi daerah-daerah di zona hijau dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Terkait situasi ini pula mengharuskan banyak penyesuaian yang perlu dilakukan guru terutama perihal ketercapaian kurikulum, artinya sekolah dan para guru dituntut untuk mampu menjaga stamina fisik dan energi mental anak didik. Namun juga mampu menjaga kualitas pembelajaran tetap signifikan ditengah kondisi ini, sekaligus menyiasati agar tujuan pembelajaran dapat optimal tersampaikan dan terserap oleh peserta didik.

Dari pantauan wartawan di SD N 1 SP Padang, terlihat siswa-siswi antusias belajar ditengah situasi pandimic Covid-19 menerapkan protokol kesehatan.

“Pemberian pendidikan pembelajaran kepada siswa dan siswi di Sekolah Dasar Negeri 1 SP Padang harus sesuai aturan pemerintah dan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti siswa wajib memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sebelum memulai pembelajaran,” ujar Kepsek SDN 1 SP Padang, Eridiah SPd saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Senin (05/10).

Eridiah menjelaskan pentingnya pembelajaran tatap muka bagi siswa-siswi dimasa pandemic ini, pada umumnya siswa mengeluhkan beberapa hal seperti sudah pada tarap jenuh berada di rumah yang cukup lama, sementara fasilitas koneksi jaringan internet kurang memahami dan penguasaan pembelajaran yang membutuhkan bimbingan terus menerus.

Masih dikatakannya, para orang tua juga mendapat keluhan anak-anaknya karena tidak bisa bertemu dan bersosialisasi dengan para guru dan teman-temannya di sekolah, harus berdiam diri di rumah para Ibu yang biasa membimbing putra-putrinya selama ini juga sudah mengalami titik jenuh, apalagi mereka yang juga bekerja baik sebagai pendidik, pekerja kantor atau yang lainnya. Sementara para bapak tidak cukup sabar dan terbiasa membimbing mereka.

Eridiah menuturkan dari aspek pembelajaran daring pun tentu memerlukan media yang harus dipenuhi dari sisi penguasaan aplikasi, tidak semua orang tua juga anak menguasainya, apalagi mereka yang berada dijenjang pendidikan dasar dan menengah yang masih membutuhkan bimbingan terus-menerus.

Demikian juga mereka yang tinggal di pedesaan yang jauh dari akses internet, belum lagi soal biaya yang harus dikeluarkan untuk pengeluaran pulsa atau paket kuota internet, tidak sedikit yang harus dikeluarkan para orang tua.

Satu hal lain yang juga perlu ditingkatkan adalah adanya kerjasama antara orang tua, guru dan sekolah. “Kita sekarang terkendala secara sangat signifikan oleh keharusan memanfaatkan perangkat teknologi serta aplikasinya yang seolah baru, berbiaya tinggi serta belum merata. Baik guru, orang tua maupun sekolah, masing-masing harus saling terbuka mengemukakan hambatan utama serta bekerjasama mencari solusi-solusi kreatif yang menguntungkan masing-masing pihak,” pungkasnya. (feb)