Polisi Tetapkan Satu Tersangka Lagi Kasus SMA Taruna Indonesia

0

PALEMBANG – Satreskrim Polresta Palembang menetapkan satu orang tersangka lagi dalam kasus tewasnya siswa SMA Taruna Indonesia yakni WK (16). Satu tersangka tersebut yakni AS (16).

“Ya hari ini kami menetapakan satu orang lagi tersangka dari SMA Taruna Indonesia. Tersangka adalah AS,” ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamasyah yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, saat Konfrensi Press, Kamis (8/8).

Lanjut Didi, AS adalah senior korban di SMA Taruna Indonesia. Ia ikut terlibat melakukan penganiayaan saat kegiatan masa orientasi siswa (MOS) pada Juli lalu.

“Jadi yang kita tetapkan tersangka ini adalah senior korban. Penetapan ini setelah kita gelar rekonstruksi di halaman sekolah SMA Taruna kemarin,” bebernya.

Didi menyebutkan, AS terlibat penganiayaan terhadap siswa bernama WK. Ia meninggal dunia di rumah sakit Charitas Palembang setelah menjalani operasi usus terlilit. Jadi penyebabnya dari pemukulan, korban dipukul di bagian perut oleh tersangka.

Ditanya mengapa pelaku tidak dihadirkan atau ditahan? Didi menjawab, bahwa pelaku masih dibawah umur (anak-anak). “Dan juga pelaku sampai saat ini masih kooperatif dalam pemeriksaan penyidik,” katanya.

Didi menyebut, adapun barang bukti yang dihadirkan satu buah Tali Sabuk warna merah yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

Diberitakan sebelumnya, WK (16) meninggal dunia, pada Jumat (19/7) setelah mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia. Korban pertama kali diantarkan ke rumah sakit oleh pihak sekolah dan diduga ikut menjadi korban kekerasan.

Selain adanya dugaan kekerasan yang menimpa WK SMA Taruna Indonesia menjadi sorotan. Sebab, salah satu siswanya, Delwyn Berli, lebih dulu meninggal dunia saat mengikuti MOS.

Atas kasus tersebut, polisi menetapkan salah satu pembina di sekolah tersebut, Obby, sebagai tersangka. Obby dituding memukul kepala korban dengan bambu sebelum meninggal.

Selain Obby, senior berinisial AS disebut melakukan penganiayaan terhadap WK dan kini resmi menyandang status tersangka oleh penyidik Satreskrim Polresta Palembang. (yns)