Polres Banyuasin Sukses Ungkap Tiga Kasus

0

PANGKALAN BALAI (fokus-sumsel.com) — Jajaran Polres Banyuasin berhasil mengungkap tiga kasus besar selama sebulan terakhir. Kasus dimaksud adalah narkoba, satwa langka dan senpi ilegal. Hal itu terungkap saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin, Kamis (29/11).

Konferensi pers dipimpin Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, didampingi Wakapolres Banyuasin, Kabag Ops Polres Banyuasin, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim serta jajaran Polres Banyuasin.

Bermula dari informasi masyarakat akan ada pengiriman narkotika dalam skala besar yang akan melintas di jalan Lintas Timur Banyuasin. Kemudian jajaran Polres Banyuasin melakukan razia di depan gerbang Pemkab Banyuasin, Rabu (28/11).

Pukul 06.00 Wib melintas bus AKAP Raffi dan pada saat dilakukan penyetopan dan penggeledahan serta pemeriksaan barang, didapati laki-laki yang berusaha kabur lewat pintu belakang bus, namun berhasil diamankan oleh petugas.

Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati 2 buah tas ransel milik laki-laki tersebut (tersangka) yang berisikan 13.5 paket besar narkotika jenis ganja.

Saat ini, tersangka yang bernama Ari Ananda (27), warga Pukat Banting IV Medan Provinsi Sumatera Utara berikut barang bukti diamankan di Mapolres Banyuasin, guna penyelidikan lebih lanjut.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman 5 tahun, maksimal seumur hidup/hukuman mati.

Sedangkan pada Rabu (28/11), pukul 10.00 Wib Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Banyuasin sedang melakukan patroli cyber dan mendapati sebuah ulakan di facebook bahwa ada iklan burung elang yang ada di Wilkum Polres Banyuasin.

Menindaklanjuti iklan tersebut, anggota melakukan coverbuy dengan menyamar sebagai pembeli hingga akhirnya pelaku yang bernama Teguh (18), warga Air Batu Talang Kelapa yang memasang iklan dengan user name “hey kopek” sepakat untuk bertransaksi.

Kemudian anggota yang melakukan coverbuy menuju rumah pelaku dan diamankan pelaku bersama rekannya Ikbal (16), warga Suka Makmur Kelurahan Air Batu Talang Kelapa Banyuasin berikut 2 ekor burung elang.

Kemudian Unit Pidsus Sat Reskrim berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Sumsel. Burung elang jenis Brontok (Nisaetus Cirhatus) dititipkan di BKSDA dan kedua tersangka diamankan di Polres Banyuasin, guna penyelidikan lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 40 Ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara sebelumnya pada Jumat (23/11) pukul 16.00 Wib, saat personil Polres Banyuasin melakukan razia di jalan Raya Palembang – Betung Km 42 Banyuasin tertangkap tangan seorang laki-laki bernama Suyatman Sujatmiko karena telah memiliki, membawa, dan menyimpan sepucuk senpi rakitan yang terbuat dari besi warna silver bergagang coklat beserta 9 amunisi.

Saat ini tersangka beserta barang bukti berhasil diamankan di Polres Banyuasin guna penyelidikan lebih lanjut.

Tersangka dijerat dengan pasal 1 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (tara)