Polres OKU Bongkar Penipuan Berkedok Arisan di Medsos

0

# Konsumen dirugikan Rp883 juta

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Polres Ogan Komering Ulu (OKU) berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan berkedok arisan melalui media sosial (medsos), whatsApp  (WA) di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang.

Dipimpin Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Alex Andrian SKom bersama Kanit Pidum IPDA Karbianto dan anggotanya berhasil menangkap tersangka berinisial TM (28) warga Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur pada 27 Desember 2018 lalu.

“Pada Kamis 27 Desember 2018 sekitar pukul 17.00 Wib anggota kita mendapat informasi keberadaan pelaku bersembunyi di OKU Timur. Kemudian dilakukan penyelidikan dan setelah memastikan keberadaan tersangka lalu dilakukan penangkapan,” kata Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian SKom, Senin (31/12).

Terungkapnya kasus ini kata AKP Alex, berdasarkan laporan korban berinisial Tri (18) warga Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat pada 13 Desember 2018. Waktu kejadian pada 5 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00 Wib. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah terlapor.

Kronologis kejadian kata Kasat Reskrim, pelaku membuka dan mengumpulkan dana untuk arisan yang dipromosikan melalui media sosial, WA dan para peserta arisan dijanjikan keuntungan berbagai rupa baik materil maupun barang dimana pada akhirnya pada saat peserta menagih uang arisan namun uang tersebut tidak kunjung didapat, bahkan pelaku malah melarikan diri.

“Akibat peristiwa tersebut kemudian para korban mendatangi Polres OKU melaporkan peristiwa tersebut. Adapun kerugian para korban diperkirakan sekitar Rp883.000.000,” jelas AKP Alex.

Adapun barang bukti (BB) yang berhasil diamankan kata AKP Alex, yakni 4 buah ATM, dua buah buku tahungan, 1 unit handphone, 1 kuitansi, bukti transfer, buku catatan arisan dan slip belanja online.

“Tindakan yang dilakukan pihak kepolisian mengamankan pelaku dan barang bukti dan melakukan pengembangan. Atas perbuatannya yang bersangkutan tersandung kasus penipuan dan atau penggelapan sebagai mana dimaksud dalam pasal 378 dan atau 372 KUHP,” jelas AKP Alex. (ags)