Polrestabes Palembang Gagalkan Peredaran Ekstasi Sebanyak 800 Butir

0
Kasat Narkoba AKBP Siswandi bersama anggota saat memamerkan hasil tangkapannya.

PALEMBANG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Palembang, kembali berhasil menggagalkan peredaran narkotika di Kota Palembang.

Kali ini Satres Narkoba berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba di Jalan Mayor Zen Lorong H Zaini Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Palembang, pada Minggu (26/07) sekitar pukul 15.40 WIB.

Pelakunya diketahui yakni Anas Antar Murthada (20) warga Jalan Mayor Zen Lorong Badai Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Palembang.

Dari penangkapan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti Narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak 450 butir dengan logo S warna hijau dan 350 pil Ekstasi Logo B warna kuning.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Narkoba AKBP Siswandi mengatakan tertangkapnya pelaku berawal dari informasi masyarakat mengenai sering terjadinya transaksi Narkotika di Jalan Peternakan Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang.

“Menindaki laporan itu, kita melakukan Penyelidikan dan penyidikan, tapi saat akan dilakukan penangkapan pertama, di Jalan Peternakan Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembangpada Minggu (12/07) sekitar pukul 17.30 WIB, pelaku kabur dari penggerebekan petugas,” ujar Siswandi, Rabu (29/03).

Lalu sepekan kemudian, lanjut AKBP Siswandi, anggotanya kembali mendapati informasi keberadaan pelaku yang akan melakukan transaksi di Jalan Mayor Zen Lorong H Zaini Kecamatan Kalidoni Palembang pada Minggu (26/07) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Di lokasi TKP kedua ini kita berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti pil ekstasi logo S sebanyak 450 butir dan pil ekstasi logo B sebanyak 350 butir. Tersangka ini adalah pengedar,” jelasnya.

Akibat ulahnya yang sudah mengedarkan pil Ekstasi, pelaku terancam pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku Anas tidak mengakui bahwa barang haram yang diamankan anggota Satres Narkoba Polrestabes Palembang adalah miliknya.

“Saya benar-benar tidak tahu barang itu punya siapa. Saya cuma main ke rumah kakek saya di Lorong Peternakan itu. Waktu penggerebekan oleh polisi waktu itu, saya kabur karena takut. Sumpah barang itu saya benar-benar tidak tahu,” kilah residivis kasus jambret pada tahun 2017 lalu ini. (yns)