Prada Deri Pramana Peragakan 49 Adegan Pembunuhan

0

SEKAYU –Pomdam II Sriwijaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oknum TNI, Prada Deri Pramana, di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (3/7). Dalam rekonstruksi ini, tersangka memperagakan 49 adegan pembunuhan.

Deri Pramana sebelumnya melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri, Fera Oktaria, di Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba. Pembunuhan yang disertai mutilasi itu baru diketahui pengurus penginapan pada 10 Mei 2019.

Pada reka ulang aksi pembunuhan di tempat kejadian perkara (TKP) ini, Deri turut memperagakan satu persatu adegan yang ia lakukan saat membunuh korban. Peragaan adegan ini sesuai hasil berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan sebelumnya.

Rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi Vera ini berlangsung dengan aman dan disaksikan ratusan warga setempat yang tidak mau ketinggalan ikut menyaksikan prosesi reka adegan tersebut.

Dalam rekonstruksi, pelaku bersama korban menginap di penginapan Sahabat Mulia. Saat itu korban Vera diperankan oleh anggota Denpom II Sriwijaya. Tersangka pembunuhan dan mutilasi Prada Deri Pramana, memperagakan sejumlah 49 adegan pembunuhan yang dia lakukan.

Reka ulang di TKP pembunuhan diawali korban dan pelaku berboncengan naik sepada motor jenis Beat tanpa nomor polisi dan pelaku turun di depan Penginapan Sahabat Mulia. Usai check in, lalu pelaku dan korban masuk ke dalam ruang kamar No 006.

Diduga usai berhubungan badan dengan pacarnya itu, terjadilah percekcokan di antara keduanya. Korban meminta segera dinikahi karena sudah hamil dua bulan. Hal ini membuat tersangka marah dan kalut hingga mengambil tindakan dengan cara menghabisi nyawa korban.

Dia mencekik leher korban dan tak lama kemudian Vera menghembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya korban di mutilasi bagian tubuh, tangan sebelah kanan oleh tersangka.

Danpomdam II Sriwijaya Kolonel Cpm Donald Siagian mengatakan, tujuan reka adegan ini untuk mengungkap dan mencocokkan hal-hal yang tidak sama setelah pemeriksaan, ataupun ada temuan baru yang harus dilengkapi. Sehingga nantinya berkas perkara dapat dilimpahkan ke Oditur Militer. (yns)