Program BBAS Sukses Meningkatkan IDM Banyuasin

0

BANYUASIN – Program Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera (BBAS) memiliki dampak yang positif terhadap pertumbuhan pemberdayaan masyarakat desa. Bahkan implementasi 7 program prioritas Banyuasin Bangkit itu selama enam bilan terakhir dinilai sudah berjalan dengan baik.

Keberhasilan implementasi program prioritas ini terlihat dengan banyaknya perubahan/meningkatnya status desa di Banyuasin. Seperti cukup siginifikanya angka kenaikan Indeks Desa Membangun (IDM) di desa-desa yang ada di wilayah tersebut.

Menurut tim Pendampingan Desa dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Hendra Bakti dihadapan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, bahwa perbandingan IDM Kabupaten Banyuasin pada 2018 mengalami peningkatan di 2019 antara lain status desa maju 2018 sebanyak 7 desa dan meningkat menjadi 14 desa pada 2019.

Kemudian desa berkembang pada 2018 sebanyak 103 desa, meningkat menjadi 181 desa pada 2019. Sementara status desa tertinggal 2018 sebanyak 167 desa, menurun menjadi 93 desa pada 2019. Selanjutnya status desa sangat tertinggal pada 2018 sebanyak 11 desa, menurun menjadi 0 desa pada 2019.

Hal ini kata dia, merupakan capaian yang sangat baik untuk pemberdayaan masyarakat desa di Banyuasin. IDM sendiri merupakan program nasional yang dikembangkan untuk memperkuat upaya pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan sebagaimana tertuang dalam buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yakni meningkatkan jumlah desa mandiri. “IDM lebih menyatakan fokus pada upaya penguatan otonomi desa,” katanya.

Sementara Kepala Bappeda Litbang Banyuasin, Erwin Ibrahim mengatakan, pada hakekatnya desa merupakan entitas bangsa yang telah membentuk NKRI. Melalui pengembangan paradigma dan konsep baru tata kelola desa secara nasional, berlandaskan prinsip keberagaman serta mengedepankan asas rekognisi dan subsidiaritas, tidak lagi menempatkan desa sebagai “latar belakang Indonesia”, melainkan sebagai “halaman depan Indonesia” secara umum dan Kabupaten Banyuasin secara regional.

Dan ini menunjukkan bahwa program kerja Banyuasin Bangkit telah selaras dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Sumatera Selatan.

Indeks Desa Membangun mengklasifikasi Desa dalam lima status, yakni Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Berkembang, Desa Maju dan Desa Mandiri.

Klasifikasi desa tersebut untuk menunjukkan keragaman karakter setiap desa dalam rentang skor 0,27 – 0,92 Indeks Desa Membangun. Klasifikasi dalam 5 status desa tersebut juga untuk menajamkan penetapan status perkembangan desa sekaligus rekomendasi intervensi kebijakan yang diperlukan.

Status Desa Tertinggal, misalnya, dijelaskan dalam dua status Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal dimana situasi dan kondisi setiap desa yang ada di dalamnya membutuhkan pendekatan dan intervensi kebijakan yang berbeda.

Menangani Desa Sangat Tertinggal akan berbeda tingkat afirmasi kebijakannya di banding dengan Desa Tertinggal. (Diskominfo/PKP)