Raih Beasiswa, Pelajar SMAN Sumsel Ini Lulus di UBC of Kanada

0
Wahyu Rezi Febrian, siswa kelas XII Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMAN Sumsel. Foto: Susilawati

PALEMBANG – Meraih beasiswa yang diberikan oleh Pusat Prestasi Nasional, Beasiswa Indonesia Maju (BIM), Wahyu Rezi Febrian, siswa kelas XII Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMAN Sumsel berhasil lulus di universitas peringkat 36 dunia, di University British Columbia of Kanada.

Wahyu, sapaan akrabnya ini menceritakan dirinya kuliah di UBC of Kanada mengambil program Faculty of Applied Science dan berencana mengambil jurusan Civil Engineering (Teknik Sipil).

“Saya merupakan anak kedua dari dua bersaudara berdomisili di Sako Kenten Kota Palembang. Ayah saya bekerja sebagai buruh memperbaiki listrik dan bangunan. Sedangkan ibu saya hanya ibu rumah tangga (IRT). Kedua orangtua saya hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat,” kata Wahyu, Senin (23/5).

Selain berhasil lulus di UBC, siswa yang telah berprestasi di kancah Nasional dalam bidang mata pelajaran Fisika melalui Kompetisi Sains Nasional ini juga berhasil lulus di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur SNMPTN dan masuk dalam Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL).

Saat ini, Wahyu masih menunggu hasil tes masuk Nanyang Technological University (NTU) di Singapura mengambil program Applied Science.

Banyak yang belum mengetahui bagaimana strategi dalam mencapai target-targetnya selama ini. “Untuk tes masuk universitas, saya merasa beruntung saat ini bersekolah di SMAN Sumsel yang benar-benar mendukung seluruh siswa untuk memiliki pencapaian luar biasa, mulai dari dukungan dual kurikulum yang salah satunya kurikulum internasional International General Certificate of Secondary Education,” tuturnya.

Bukan itu saja, lanjut Wahyu, guru-guru di SMAN Sumsel sangat terbuka untuk berdiskusi dan menjawab semua pertanyaan siswa.

Selain itu, persiapan belajar yang selama ini dilakukan sejak awal sudah memotivasi dirinya dengan cara menempel stiker universitas di tempat yang sering terlihat olehnya. Bahkan mengganti wallpaper gadgetnya dengan gambar universitas impian.

“Untuk memulai belajar keseluruhan materi dari awal, kurikulum Internasional akan lebih mudah dimengerti dengan memahami konsepnya terlebih dahulu. Setelah memahami konsep, baru melakukan latihan soal yang referensinya dari berbagai macam buku yang ada di perpustakaan sekolah. Latihan soal dari guru-guru dan mereview soal sambil berkonsultasi apabila menemui soal yang sulit dikerjakan,” jelasnya.

Namun hal yang paling utama dari semua itu adalah persiapan, dan sebelum memulai ujian memohon restu dan do’a dari kedua orangtua, guru, teman-teman.

Soal minat, masih kata Wahyu, sejak di Sekolah Dasar (SD) sudah memiliki minat pada mata pelajaran Fisika dan Matematika.

Dia terkesan dengan Hukum Archimedes mengenai benda mengapung, melayang, dan tenggelam. “Jadi didalam diri muncul rasa keingintahuan mendalam soal bagaimana benda ini bisa mengapung, dan tenggelam,” tegasnya. (sus)