Rumah Pengedar Ganja di Grebek, Polisi Dapatkan 5 Kg Ganja Siap Edar

0
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, saat mengintrogasi tersangka di Mapoltabes Palembang, Senin (6/6). Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Seorang pengedar sekaligus perantara narkoba hanya bisa pasrah saat anggota Unit 2 Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang yang dipimpin Kanit Iptu Andrean mendatangi kediamannya di Lorong Tangga Raja, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Kamis (2/6) sekitar pukul 01.20 WIB.

Pelakunya yakni Romsa (57) diamankan dengan barang bukti berupa satu kantong plastik hitam berisikan lima paket ganja kering yang dibalut lakban kuning dengan berat brutto 5 Kilogram (Kg), satu ball kantong plastik hitam dan satu buah ponsel beserta simcard.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kasat Narkoba, Kompol Mario Ivandry mengatakan, bahwa kali ini anggotanya berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis ganja.

“Asal barang dari Aceh, kemudian di Palembang pelaku selain berperan sebagai perantara juga sebagai pengedar,” ujar Kapolrestabes kepada wartawan, Senin (6/6).

Pelaku sendiri diamankan dengan barang bukti ganja sebanyak 5 Kg, kemudian dari hasil pengembangan didapatkan kalau pelaku selain sebagai perantara juga mengedarkan barang haram ini di wilayah Palembang.

“Dari keterangan pelaku ke anggota kita bahwa dia sudah menjalani hal ini selama dua bulan terakhir ini,” katanya di sela-sela press release di gedung Satres Narkoba Polrestabes Palembang.

Dari hasil pengembangan lanjut dia, bahwa barang haram ini sudah masuk tiga kali ke pelaku. “Secara keseluruhan dari keterangannya saat menjadi kurir mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp2 juta tapi juga dia ini memecah barang ini dengan cara menjualnya,” jelasnya.

Untuk pengiriman barang sendiri melalui jalur darat. Atas ulahnya pelaku terancam pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan pasal tersebut pelaku kita jeratan hukuman penjara dengan ancaman pidana penjara mati atau seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku Romsa mengaku telah menjalani bisnis ini selama dua bulan terakhir. “Barang ini saya terima dua kali dengan total 100 Kg, dimana 50 Kg pertama sudah diambil orang. Sedangkan yang kedua 45 Kg saya jual dan sisanya 5 Kg,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, bawa untuk 50 Kg pertama ia mendapatkan upah Rp 2,5 juta dan yang kedua Rp 2 juta. “Saya mendapatkan Rp50.000 ribu per Kg, tapi pas barang kedua masuk masih menyisakan 5 Kg sehingga sisanya saya tidak mendapatkan,” ucapnya. (yns)