Saluran Sekunder Irigasi Rusak, Warga Inisiatif Lakukan Perbaikan

MARTAPURA, (fokus-sumsel.com) – Kerusakan yang terjadi pada ruas saluran sekunder irigasi yang menghubungkan antara Desa Riang Bandung dan Desa Suka Negara, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur, yang juga sampai saat ini belum mendapatkan sentuhan perbaikan dari pihak terkait, membuat masyarakat sekitar berinisiatif untuk memperbaikinya sendiri dengan bergotong royong dan kumpulkan anggaran dari hasil swadaya masyarakat.

Menurut Kepala Desa Riang Bandung, Sopuan Natar, saat dikonfirmasi Selasa (23/01/2018) mengungkapkan, adapun kerusakan yang terjadi di saluran irigasi tersebut sudah terjadi sejak tujuh bulan lalu. Meski sebelumnya telah dilaporkan, namun pihaknya hingga saat ini saluran irigasi tersebut belum juga mendapatkan sentuhan perbaikan.

“Kita sebelumnya sudah sempat laporkan adanya kerusakan saluran irigasi ini, tapi sampai saat ini masih belum diperbaiki. Untuk itu warga Desa Riang Bandung dan Suka Negara sepakat berswadaya untuk membeli material serta melakukan perbaikan dengan cara gotong royong,” ungkapnya.

Terkait rusaknya saluran sekunder irigasi tersebut hingga saat ini masih belum ada tanggapan serius dari pihak terkait. Pasalnya, dalam hal ini pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII belum terlihat adanya aktivitas perbaikan yang dilakukan dan terkesan tutup mata.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Ir Ruzuan Efendi saat dikonfirmasi mengatakan, kerusakan yang terjadi di saluran sekunder irigasi tersebut bukan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur maupun Dinas Pertanian. Melainkan, hal itu menjadi tanggungjawab penuh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII.

“Kalau ada kerusakan terhadap saluran irigasi, masyarakat sebaiknya membuat laporan ke Balai Besar. Karena kalau tidak dilaporkan, pihak Balai Besar tidak akan mengetahuinya,” tegasnya.

Menurutnya, kerusakan saluran sekunder irigasi tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman padi. Terlebih saat ini usia padi sudah memasuki satu bulan, dan sedang butuh-butuhnya suplai air.

“Jika saluran sekunder rusak, maka sudah dipastikan suplai air ke sawah-sawah akan tersendat. Jika kurang air, maka pertumbuhan tanaman padi kurang bagus, bahkan bisa mati,” jelasnya. (Feb)

Spread the love