Sebelum Dibakar, Korban Sempat Diperkosa

0
Keempat pelaku saat diamankan di Mapolda Sumsel
Keempat pelaku saat diamankan di Mapolda Sumsel

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Setelah tiga hari beredar kabar adanya mayat wanita yang dibakar di Jalan Kebun Sawit Dusun IV SP. 2 Desa Sungai Rambutan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) lalu. Kini kasus tersebut menemukan titik terang.

Bahkan, petugas berhasil meringkus empat dari lima pelaku. Keempat pelaku yakni Feri (30), Febriansyah (16), Abdul Malik (22) Dian Prayoga (16) yang kesemuanya merupakan warga Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim.

Sementara, satu pelaku berinisial AS sempat kabur dan telah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Empat pelaku berhasil kita ringkus dan satu pelaku berhasil kabur dan telah ditetapkan sebagai DPO,” ungkap Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulakrnain adinegara didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol Yustan Alpiani saat ungkap kasus di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1).

Menurut Kapolda, korban adalah Ina Anti Mirti (20) warga Dusun II Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Dari pembuktian primer gigi, sidik jari dan DNA atas dasar antemortem ada kecocokan bahwa korban bernama ina Anti Murti (20) sesuai dengan yang dikatakan keluarganya.

Untuk motif pembunuhan yang dilakukan oleh kelima tersangka, karena hutang. Yang mana tersangka AS menagih hutang kepada korban, akan tetapi korban belum bisa membayar sehingga para pelaku menghabisi korbannya di Kamar Kontrakan di Desa Talang Taling Kec.Gelumbang, Kab. Muara Enim.

“Motif karena hutang. Jadi tersangka ini menagih hutang kepada korban. Akan tetapi korban belum bisa bayar. Kita ketahui keempat tersangka yang diamankan ini sebelum melakukan aksinya terlebih dahulu nyabu. Dan setelah dichek urinenya juga positif,” jelas Kapolda.

Sementara Abdul Malik, salah satu pelaku mengaku sempat memperkosa mayat korban. Hal ini diungkapkannya saat diwawancarai wartawan.

Dikatakan Malik, sebelum membakar korban di OI terlebih dahulu AS dan dirinya memperkosa korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. “Awalnya kami nagih hutang tapi belum dibayar. Jadi korban dipukul oleh AS kepalanya sampai meninggal. Sebelum dibuang diperkosa dulu. AS duluan, naru saya memperkosanya,” ungkap Malik.

Malik mengatakan, untuk menghilangkan bukti setelah menganiaya korban, mereka langsung memasukan korban kedalam karung dialasi pakai spraing bad, lalu dimasukan kedalam Mobil Daihatsu BG 9207 NH milik AS.

“Setelah diperkosa, korban kami bawa ke OI untuk menghilangkan barang bukti lalu kami bakar. Yoga beli bensin, Feri dan Febri pegangi korban,” jelasnya.

Sementara di lapangan terlihat ada sekelompok warga yang mengaku sebagai keluarga korban hanya berteriak untuk para pelaku agar dihukum mati. “Hukum mati pak, matike jugo mereka tu,” teriakan mereka. (pan)