Sekda Sumsel Berharap Ada Solusi Tentang Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

0
Sekda Sumsel, SA Supriono membuka langsung acara sosialisasi SK Tim penyusunan dan FGD Penyusunan RAD-KSB Sumsel, di Grand Ballroom Santika Premiere Bandara Hotel Palembang, Selasa (28/6). Foto: Susilawati

PALEMBANG – Sekda Sumsel, SA Supriono membuka langsung acara sosialisasi SK Tim penyusunan dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Kerja Dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Sumsel, di Grand Ballroom Santika Premiere Bandara Hotel Palembang, Selasa (28/6).

Supriono mengaku pihaknya menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan berharap lokakarya sehari ini bisa memberikan solusi tentang tata kelola sawit berkelanjutan.

“Termasuk bagaimana memperbaiki bibitnya, cara perkebunannya, dan lain-lain. Pastinya ini adalah rencana aksi daerah untuk sawit berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, para petani yang ingin mereplanting sawit tidak begitu tahu akan kualitas bibit sawit. Tahapan berikutnya ialah pemberitahuan. Minimal masyarakat diberitahu jika mau membeli bibit yang baik.

Bukan hanya itu saja, TBS Medan bahkan menjamin ketersediaan bibit untuk provinsi yang ingin melakukan replanting.

“Area di sekitar lahan gambut kerap dimanfaatkan petani untuk menanam sawit,” papar Supriono meminta peserta dapat memanfaatkan moment sosialisasi ini sebaik mungkin untuk keberlangsungan sawit petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Ir Agus Darwa menambahkan, diskusi ini dalam rangka penyusunan aksi daerah, sebagai turunan daripada interaksi nasional kelapa sawit.

“Sekarang ini kita sedang aksi daerah untuk Sumsel. Setelah ini nanti akan ditindaklanjuti dengan RAD kabupaten/kota,” imbuhnya.

Dia beralasan munculnya RAD ini karena didalam pembangunan perkebunan berkelanjutan banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk kendala.

Pembangunan itu tidak terlepas dengan kendala-kendala, mulai dari tata kelola, detail tata ruang perkebunan, dan masalah lokasi/lahan, termasuk perizinan.

“Dalam rangka menuju pembangunan perkebunan berkelanjutan, khususnya di kelapa sawit ini, maka perlu disusun melalui group diskusi ini, dengan melibatkan seluruh elemen didalamnya,” jelasnya. (sus)