Sekretaris BPD Karang Dapo Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Tubuhnya

0
Tim gabungan dari SAR, BPBD dan Polres OKU saat akan mengevakuasi jenazah korban. Foto: Harki Mahali

BATURAJA – Sekretaris Badan Pemerintahan Desa (BPD) Karang Dapo, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, Muhammad Sajili (45), yang sempat dinyatakan hilang saat mencari ikan di Sungai Ogan, Selasa (21/6) sore, kini sudah ditemukan.

Namun sayangnya, saat ditemukan Rabu (22/6) sekitar pukul 15.30 WIB, warga Dusun II, Desa Karang Dapo, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU itu, kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban kita temukan tersangkut di kayu yang ada di Sungai Ogan. Jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi pertama kali korban dinyatakan hilang,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Amzar Kristopa, saat dihubungi via ponselnya.

Dijelaskan Amzar, saat ditemukan jasad korban banyak ditemukan luka seperti bekas sayatan senjata tajam. “Ya, ada luka sayatan sajam di kepala, dada dan badannya,” kata dia.

Sementara Kapolres OKU, AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Syafarudin, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban sudah ditemukan sore tadi dalam kondisi meninggal dunia.

Dia mengatakan, pada saat jenazah korban ditemukan oleh saksi terdapat luka sayat di bagian kepala, kaki serta leher korban yang diperkirakan akibat senjata tajam

“Kuat dugaan korban telah dianiaya terlebih dahulu dengan cara ditusuk bagian dada tengah dan kiri korban setelah korban meninggal selanjutnya diseret ke dalam aliran Sungai Ogan,” beber Kasi Humas.

Lalu, apa motifnya sehingga korban dianiaya hingga meninggal dunia dan diseret ke sungai Ogan. Kasi humas Polres OKU saat dikonfirmasi terkait hal tersebut belum bisa menjelaskan secara rinci.

“Kita belum bisa menjelaskan apa motifnya. Namun saat ini tim masih terus bekerja melakukan penyelidikan mendalam untuk bisa mengetahui apa motif dibalik kasus ini. Saat ini juga jenazah korban telah dibawa ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk dilakukan Visum. Hal ini sesuai dengan permintaan keluarga korban yang tidak terima korban dibunuh secara sadis,” pungkasnya. (kie)