Sempat Baku Tembak Dengan Polisi, Spesialis Curat Ditemukan Tewas di Hutan Omiba

0


BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Aksi pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis pembobol rumah akhirnya berhasil dihentikan Reskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) pimpinan Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan SKom. Setelah berhasil kabur dan menghilang dalam hutan usai baku tembak dengan anggota Polisi beberapa hari lalu, akhirnya tersangka Andi Irawan (32) asli Lampung, berdomisili di Kec Lengkiti ditemukan tak bernyawa di wilayah Lengkiti semalam.

Hal ini terungkap saat Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan SKom melaksanakan konferensi Pers di Kamar Jenazah RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, Jumat (3/8). Hadir juga pada kesempatan itu, Bupati OKU, H Kuryana Azis dan Direktur RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, Dr Rynna Dyana.

AKP Alex menjelaskan, pelaku cukup sulit ditangkap. Dari 2011 sampai sekarang sudah tujuh kali dilakukan penggerbekan. Namun pelaku berhasil kabur. Pelaku memegang beberapa jimat yang berhasil diamankan polisi. Antara lain jimat keris kecil semar, kulit harimau dan sama dua keong tembaga.

Kronologis penangkapan, kata AKP Alex, Selasa 31 Juli 2018 sekitar pukul 21.30 Wib. Berdasarkan hasil lidik anggota resmob diketahui bahwa pelaku sedang berada di Desa Way Heling, Kec Lengkiti, Kab OKU. Selanjutnya Kasat Reskrim melalui Kanit Pidum Ipda Karbianto dan anggota buser menuju ke tempat pelaku berada.

Awalnya kata AKP Alex, saat melakukan penangkapan pihak polisi masuk dari pintu depan rumah tersangka. Melihat kedatangan petugas yang bersangkutan kabur dari pintu belakang rumah. Tidak mau tersangka lolos lagi, polisi memberikan tembakan peringatan.

Bukanya menyerah, namun pelaku membalas tembakan petugas dengan senjata api rakitan (senpira) yang dipegangnya. Menyadari hal itu, petugas memberi tindakan tegas terukur terhadap pelaku.

“Tembakan pelaku meleset dan mengenai mobil petugas. Dua kali menembak pelaku. Saat itulah terjadi aksi tembak-menembak antara pelaku dan anggota,” jelas AKP Alex.

Tembakan polisi diduga mengenai kaki tersangka. Namun kata AKP Alex, tiba-tiba tersangka menghilang di dalam hutan dari kejaran polisi. Pihaknya terus berupaya mencari pelaku dengan menyusuri jejak darah pelaku.  “Akhirnya setelah beberapa hari dari baku tembak itu, tersangka ditemukan tak nyawa sekitar 300 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku memiliki jimat. Bahkan setelah ditembak pada bagian kakinya pelaku masih bisa kabur dan hilang dari kejaran polisi,” ungkapnya.

Petugas dengan dibantu masyarakat Desa Hay Heling turut membantu menyisir keberadaan pelaku yang diduga terkena tembak oleh anggota resmob. Setelah melakukan pencarian selama 2 hari akhirnya, Kamis 2 Agustus 2018 sekitar pukul 22.00 Wib anggota resmob menemukan tersangka sudah terbujur kaku di semak dalam hutan Omiba. Atau sekitar 300 meter dari TKP.

“Selanjutnya mayat yang pelaku tersebut di bawa ke RSUD Baturaja untuk dilakukan visum mayat. Adapun penangkapan pelaku tersebut berdasarkan 15 laporan polisi (LP) pencurian pemberatan,” ucapnya.

AKP Alex menjelaskan, terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan korban ke polisi pada Jumat 13 April 2018 sekitar pukul 02.30 Wib. Telah terjadi tindak pidana Curat TKP Ruko Sumatera Mega Mart RS Sriwijaya Kel Sekar Jaya, Kec Baturaja Timur terhadap korban atas nama berinisiL DA (40) warga Kel Sekar Jaya, Kec Baturaja Timur. “Saat melakukan aksinya pelaku, kerap meninggalkan kotorannya di dalam rumah korban,: kata AKP Alex.

Kapolres OKU AKPB NK Widayana Sulandari menjelaskan, pelaku berjumlah satu orang melakukan curat terhadap korban dengan cara pelaku memasuki ruko milik korban melalui pintu belakang korban yang lupa dikunci dan pelaku naik ke atas lantai dua mengambil 1 unit hp merk vivo warna hitam type Y53 dari kamar anak pelapor yang sedang dicas.

Pintu terbuka kemudian pelaku ke depan atau ruangan keluarga dan mengambil 1 unit hp merk samsung galaxy warna gold type J7 prime di bawah bantal tempat tidur. Kemudian mengambil satu dombet warna merah yang berisikan uang sebesar Rp 2 juta, satu lembar STNK motor scoopy warna hitam tahun 2010, satu lembar STNK merk Yamaha Mio warna merah marun tahun 2009.

Setelah itu pelaku mengacak acak lemari dan mengambil BPKB sepeda motor yamaha mio warna merah marun dan pada pagi harinya terdapat pakaian berupa celana dalam dan bra wanita di belakang ruko milik korban.

“Terungkapnya kasus ini berawal rekaman CCTV. Dimana saat pelaku memasuki ruko korban pelaku sempat terekam cctv yang dipasang di ruko milik korban, atas kejadian tersebut korban mngalami kerugian Rp 6 juta. Korban melaporkan kejadian itu Kepolsek Baturaja Timur,” katanya. (ags)