September, RSUD Baturaja Berlakukan Tarif Layanan Baru

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ibnu Soetowo Baturaja menggelar sosialisasi perubahan kedua atas Peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2016 tentang layanan tarif Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr H Ibnu Soetowo Baturaja, Rabu (15/8). Kegiatan yang dipusatkan di ruang rapat IGD Atas RSUD dr Ibnu Soetowo ini dihadiri oleh pihak Basnaz OKU, serta seluruh kepala ruangan dan karyawan RSUD Baturaja.

Direktur RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja dr Rynna Dina melalui Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha RSUD Yuslim Sudarsono dibincangi usai kegiatan sosialisasi mengatakan, perubahan tarif ini merupakan perubahan kedua dari tarif yang sudah dibuat pada tahun 2016. Perubahan ini merupakan tarif yang sudah disempurnakan dan dilakukan penyeragaman.

“Perubahan tarif ini hanya berlaku untuk pasien umum atau pasien mandiri, sedangkan pasien yang masih ditanggung oleh Jamsoskes semesta dan JKN KIS tetap mengacu sesuai aturan yang berlaku,” kata Yuslim.

Disebutkan Yuslim, secara global tarif pelayanan yang naik antara 20-25 persen, dan akan diberlakukan 3 bulan sejak peraturan bupati ini dikeluarkan. “Setelah kita lakukan sosialisasi, per September atau Oktober mungkin akan mulai diberlakukan,” ucapnya.

Dikatakan Yuslim, tidak semua tarif layanan menagalami kenaikan, ada juga tarif layanan yang tetap tidak mengalami perubahan. “Meskipun dinaikan ada beberapa jasa pelayanan yang dinaikan namun biaya operasionalnya diturunkan atau sebaliknya operasionalnya dinaikan tetapi jasanya diturunkan dan totalnya tetap,” ujarnya.

Hanya saja Yuslim mengatakan tidak hafal untuk jenis apa saja kenaikan tarif jasa dan pelayanan tersebut. Karena ada banyak item rincian dalam tarif jasa dan pelayanan. Namun dia menyebut untuk total harga naik dalam kisaran 20-25 persen.

Dituturkannya, kenaikan tarif ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya karena ada fluktuasi kenaikan harga untuk bahan medis habis pakai (BMHP). Seperti biaya obat -obatan, juga bahan bahan kimia untuk pemeriksaan, seperti contoh cuci darah yang memerlukan bahan kimia.

“Ada juga karena faktor jasa, kita ada beberapa peralatan baru yang memerlukan tenaga jasa, disamping memang hal ini besar dipengaruhi oleh BMHP yang sangat fluktuatif,” tegasnya. (ags)