Sidang Perdana Oknum Polisi Bandar Narkoba Akhirnya Digelar

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) – Setelah berkali-kali sempat ditunda, akhirnya sidang perdana dengan terdakwa oknum anggota Polres OKU, Aiptu Budi Risvayanda digelar pihak Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, Kamis (14/2) sore.

Aiptu Budi sendiri diseret ke PN Baturaja karena diduga menjadi bandar narkoba setelah polisi berhasil menyita ratusan butir ekstasi seharga ratusan juta rupiah yang diduga miliknya.

Pantauan di lokasi sidang, ada yang menarik pada sidang perdana itu. Meski mengakui barang bukti narkoba senilai ratusan juta rupiah tersebut miliknya, namun Budi menuding penangkapannya yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polres OKU penuh rekayasa.

Hal itu diungkapkan Budi pada sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari anggota Satres Narkoba Polres OKU yang menangkapnya beberapa waktu lalu.

Dalam sidang tersebut, terdakwa Aiptu Budi mengakui seluruh barang bukti dari ratusan butir pil ekstasi dan sabu yang juga dihadirkan di persidangan memang miliknya. Namun Budi menyangkal jika barang bukti yang disita itu berasal dari kurirnya. Budi menegaskan jika polisi menemukan barang bukti langsung dari dirinya.

Budi juga membantah keterangan para saksi dari Satres Narkoba Polres OKU dan saksi R yang juga salah satu tersangka. Menurut Budi, keterangan para saksi penuh rekayasa.

“Keterangan saksi saksi termasuk R semua rekayasa. Tidak ada lewat kurir, semua ambil barang (narkoba) ke saya langsung,” ujar terdakwa Aiptu Budi dihadapan majelis hakim yang diketuai Deddy Irawan.

Penangkapan terdakwa Budi bermula dari pengembangan atas ditangkapnya seseorang pemakai narkoba berinisial R. Dari R inilah terungkap bahwa dalam setiap transaksi pengiriman barang, terdakwa diketahui menggunakan jasa atau perantara kurir seorang wanita untuk mengantarkan kepada pemesan.

Sementara itu pengacara terdakwa, Bambang Irawan mengatakan, kliennya memang membantah keterangan saksi-saksi dan mengatakan semua penuh rekayasa. Menurut Bambang, dari fakta hukum yang ada, polisi begitu cepatnya menangkap TSK satu dan dua. Selain itu, petugas juga sangat cepat menemukan barang bukti yang disimpan kliennya.

“Kami melihat polisi begitu mudahnya menemukan barang bukti yang ada saat penangkapan. Selain itu penangkapan TSK juga begitu cepat,” ucap Bambang usai persidangan.

Meski demikian, pengacara akan terus melihat fakta-fakta persidangan berikutnya. Termasuk mendengarkan keterangan R yang disebut polisi sebagai kurirnya Aiptu Budi. (ags)