Sikapi Keluhan Warga, Puluhan Anak Punk Diamankan

0

MUARADUA (fokus-sumsel.com) – Menyikapi keluhan warga, petugas gabungan dari Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolsian Sektor (Polsek) Muaradua, Selasa (22/1) malam mengamankan puluhan remaja yang diduga anak jalanan atau anak Punk yang sering berkeliaran di Taman Kota Muaradua dan sekitarnya.

Dalam razia gabungan yang dipimpin Kepala Dinas Sosial OKU Selatan, Drs Endar Suhairi MSi beserta Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten OKU Selatan, Endang S,Sos dan anggota Polsek Muaradua ini petugas melakukan penyelisiran di beberapa kawasan kota Muaradua terutama dilokasi taman.

Dari penyisiran ini petugas berhasil menciduk puluhan remaja yang diduga anggota anak jalanan atau anak punk. “Ada sebanyak 15 orang anak serta remaja yang berhasil kita amankan saat razia tadi. Sesuai kesepakatan kesemuanya kita bawa ke Polsek Muaradua untuk di data,” ujar Kabid Trantib Satpol PP OKU Selatan, Endang SSos.

Setelah didata dan dilakukan pembinaan, ucap Endang, jika tidak ditemukan perbuatan yang mengandung unsur pidana, pihaknya akan memanggil keluarga atau kedua orang tua dari belasan anak Punk tersebut, terutama yang berasal dari OKU Selatan untuk dikembalikan kepada keluarganya masing- masing.

Sementara itu Kapolsek Muaradua AKP Mulyadi SH menyebutkan razia terhadap anak Punk yang ada di wilayah hukum Polsek Muaradua yang dilaksanakan anggotanya bersama Dinas Sosial dan juga Satpol PP OKU Selatan tersebut selain untuk memback up kedua instansi milik Pemerintah OKU Selatan dalam rangka menertibkan keberadaan anak Punk dan anak jalanan, juga untuk menjaga sekaligus menciptakan rasa aman ditengah masyarakat.

Dijelaskan Kapolsek, setelah di lakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap ke 15 anak atau remaja yang berhasil di amankan dalam razia gabungan tersebut, 10 orang diantaranya dipastikan sebagai anak jalanan atau Punk, baik itu yang berasal dari OKU Selatan ataupun wilayah Provinsi Lampung.

Sedangkan untuk kelima anak lainnya, terangnya Kapolsek setelah di data mereka itu bukan merupakan anggota anak jalanan atau Punk, melainkan hanya ikut-ikutan teman-teman mereka.

Menurut Kapolsek, kendati dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan sebuah tindakan atau perbuatan terkait kasus kriminal, ke 15 anak tersebut tetap di data dan diberikan bimbingan, sekaligus di bina oleh pihaknya agar tidak lagi mengulangi perbuatan mereka terutamanya kepada beberapa anak jalanan serta Punk yang diamankan.

Terpisah Camat Muaradua, Putra Bani SSos MM selaku pimpinan wilayah di kecamatan Muaradua yang juga ikut rombongan dalam razia anak Punk tersebut menyampaikan bahwa selaku Camat dirinya menghimbau kepada setiap orang tua di wilayah kecamatan yang dipimpinnya untuk lebih memperhatikan serta peduli terhadap pergaulan anak-anak mereka yang ada dilingkungan masing masing, agar tetap terhindar dari perilaku tidak baik serta menyimpang yang bisa merusak masa depan anak tersebut.

Dikatakan Putra Bani, keberadaan anak Punk atau jalanan di kota Muaradua, terutama di Taman selama ini memang telah dikeluhkan oleh masyarakat. Maka dari itu selain mendukung pihaknya juga ikut terjun langsung bersama petugas lainnya untuk melakukan razia keberadaan anak Punk serta jalanan tersebut.

“Tujuan dari razia ini adalah untuk memberikan pembinaan, jangan sampai keberadaan mereka tersebut berdampak negatif serta mengganggu kenyamanan seperti banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat selama ini,” jelas Camat. (den)